-->

Pages

ASMAAUL HUSNAA

Friday, 15 September 2017

*SEUNTAI DO'A PAGI*

Yaa Allah ...
Ya Rahman..
Ya Rahim...
Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami...
Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya...

Bila kelopak mata kami.... masih dapat terbuka,
Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran...

Bila mulut kami masih diizinkan berucap,
Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran...

Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah,
Hantarkanlah ke tempat2 yg menjadi ibadah kami....

Bila tangan kami masih dapat digerakkan,
Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan  bagi orang lain...

Bila matahari masih diperkenankan menyentuh  raga ini,
Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan  tubuh kami..

Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami.....
Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya...

Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami,
Datangkanlah dalam jumlah yg banyak bagi kami,yg halalan thoyiban dari segala arah...
Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan...

Yaa Allah...Ya Rabb...
Bila keluarga dan saudara2ku disini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami...
Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yg penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu.
Angkat dan hilangkanlah segala penyakit keluarga dan saudara2ku ini... gantikanlah dgn kesehatan yang sempurna serta berikanlah  sisa usia yang penuh manfaat dan barokah...

*Aamiin Yaa Rabbal 'aalamiin*
*

Pitutur Jowo

*🍃🍃PITUTUR UAAPPPPIKK TENAAANNN🍃🍃*

*❤💖Wong Nrimo, Uripe Dowo 💕*
*❤💖Wong Sabar, Rejekine Jembar 💕*
*❤💖Wong Ngalah, Uripe bakal Berkah💕*

*💧💙Sopo sing Jujur, uripe Makmur🌷*
*💧💙Sopo sing Suloyo, uripe Sengsoro🌷*
*💧Sopo sing Sombong, amale bakal Kobong🌷*
*💧💙Sopo sing Telaten, bakal Panen🌷*

*🎈💛Ojo podo Nggresulo, mundak gelis Tuwo🍁*
*🎈💛Sing wis Lungo, Lalekno*
*🎈💛Sing durung Teko, Entenono🍁*
*🎈💛Sing wis Ono, Syukurono🍁*
*🎈💛Iki pituture wong tuwo, ojo nganti lali, eling-elingono lan lakonono..🍁*

*🌺💕Sehat kuwi yen 💕🌺*:
*🔸Awake waras,💋*
*🔹Nduwe beras,💋*
*🔸Utange lunas,💋*
*🔹Mangan enak..💋*
*🔸Turu kepenak..💋*
*🔹Ngibadah jenak..💋*
*🔸Tonggo semanak..💋*
🔹 *Keluarga cedhak..💋*
*🔸Bondo cemepak..💋*
*🔹Suwargo mbukak..💋*
*🔸Sedulur grapyak..💋*
*🔹Ono panganan ora Cluthak..💋*
*🔸Ketemu konco grapyak💋*
*🔹Ora seneng nggetak-nggetak💋*
*🔸Gaweane ora mung macak💋*
*🔹Opo maneh mung mencak-mencak💋*
*🔸Karo konco yo semanak💋*
*🔹Omongane ora tau sengak💋*
*🔸Di rungokke yo kepenak .💋*

🍄🌴🌸🥀🎋🌼🌻

Dialog Tanah Dengan Emas

Untuk kita renungkan:

*Sebongkah emas bertemu dengan sebongkah tanah*

● _Emas berkata pada tanah, “Coba lihat pada dirimu, suram dan lemah, apakah engkau memiliki cahaya mengkilat seperti aku.......?_
_Apakah engkau berharga seperti aku....... ?”_

● _Tanah menggelengkan kepala dan menjawab, “Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon, bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yg lain, apakah kamu bisa....... ?”_

*Emas pun terdiam seribu bahasa......*

Dlm hidup ini banyak orang yang seperti emas, berharga, menyilaukan tetapi tdk bermanfaat bagi sesama.

Sukses dlm karir, rupawan dlm paras, tapi sukar membantu apalagi peduli.

Tapi ada juga yg seperti tanah. Posisi biasa saja, bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapanpun.

*_Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain._*

*_Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi banyak orang, barulah kita benar- benar bernilai._*

Apalah gunanya kesuksesan bila itu tidak membawa manfaat bagi sesama terutama yang papa.

Apalah arti kemakmuran bila  tidak berbagi pada yg membutuhkan.

Apalah arti kepintaran bila tidak memberi inspirasi di sekeliling kita.

Karena hidup adalah proses, ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita menerima.

*Semoga bermanfaat*

Kisah Dua Bersaudara Yang Saling Ringankab Beban Kehidupan

*Cerita ini agak panjang tapi sangat bermanfaat dibaca disore ini*...

*Kisah Sederhana Disebuah desa yg subur, hiduplah 2 lelaki bersaudara.*
 
*Sang kakak telah berkeluarga dgn 2 org anak, sdgkan si adik masih melajang.*

*Mrk menggarap satu lahan berdua dan ketika panen, hasilnya mrk bagi sama rata.*

*Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir. "pembagian ini sungguh tdk adil, sehrsnya kakakku lah yg mendpt bagian lbh banyak krn dia hidup dgn istri dan kedua anaknya.*

*"Maka dimalam yg sunyi itu diam2 dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya dilumbung padi milik kakaknya".*
💧
*Ditempat yg lain, sang kakak juga berfikir, "pembagian ini adil jika adikku mendpt bagian yang lbh banyak, krn ia hidup sendiri, jika terjadi apa2 dgnnya tak ada yg mengurus, sdgkan aku ada anak dan istri yg kelak merawatku."*

*Maka sang kakak pun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dgn diam2 ke lumbung milik sang adik.*

*Kejadian ini terjadi bertahun-tahun.*

*Dlm benak mrk ada tanda tanya, knp lumbung padi mrk spt tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?*
🍂
*Hingga disuatu malam yg lengang setelah panen, mrk berdua bertemu ditengah jalan.*

*Masing2 mrk menggotong satu karung padi.*

*Tanda tanya dlm benak mrk terjwb sudah, seketika itu juga mrk saling memeluk erat, mrk sungguh terharu berurai air mata menyadari betapa mrk saling menyayangi.*

*Beginilah sehrsnya kita bersaudara...*

*Jgn biarkan Harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi perekat yg teramat kuat diantara* *saudara.*

*Allah telah menanamkan cinta pd hati mrk yg mau lelah memikirkan nasib saudara2 mrk.*

*Allah tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan org lain.*

*Allah tak akan menyusahkan kita yg selalu berusaha membahagiakan org lain...!*

*Bagikanlah renungan ini kpd siapa pun yg engkau jumpai agar kita dpt belajar  buah* *Persaudaraan, baik dlm Keluarga, ditengah Masyarakat maupun dalam  Pertemanan.*

*Sugeng sonten sedulur selamat istirahat*
*Semoga selalu sehat*

Monday, 14 August 2017

7 Kelompok Manusia Dalam Naungan ALLOOH SWT

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.
1. Imam (pemimpin) yang adil.

2. Pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya.

3. Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid.

4.  Dua orang yang saling mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.

5. Dan seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan: “Sungguh aku takut kepada Allah.”

6. Seseorang yang bershodaqoh lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.

7.   Dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, II/143 – Fat-h, dan Muslim, no. 1031).

Thursday, 20 July 2017

SIAPA MENUTUPI AIB ORANG, MAKA ALLOOH SWT TUTUPI AIBNYA DI AKHIRAT


وعن أَبي هريرة رضي الله عنه عن النَّبيّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((لاَ يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا في الدُّنْيَا إلاَّ سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ القِيَامَةِ)). [رواه مسلم]

_Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam. bersabda: "Tiada seseorang hambapun yang menutupi cela seseorang hamba yang lainnya di dunia, melainkan ia akan ditutupi celanya oleh Alloh pada hari kiamat."_
(HR. Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits di atas:

1. Pentingnya menjaga hubungan interaksi yang baik dalam hidup bermasyarakat.
2. Tidak mengumbar-umbar, mencari-cari dan menyebarkan aib antar saudara.
3. Menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik dalam menjalin interaksi dan komunikasi.
4. Menjaga dan mempererat tali persaudaraan yang baik antar sesama individu.
5. Menjaga perkataan atas segala situasi dan kondisi lingkungan di sekitar
6. Marilah kita saling menjaga kehormatan dan perasaan sesama saudara kita. Sehingga Allah pun berkenan menjaga kehormatan kita kelak di akhirat.

Tema yang berkaitan dengan ayat Al-Qur'an:

1. Ancaman terhadap orang yang menyebarkan aib;

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ .

_"Sungguh orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."_
[QS. (24)  An-Nur : 19]

2. Dilarang menyelidiki/tajassus, mencari-cari aib orang tanpa alasan yang benar;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ .

_"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu adalah dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."_
[QS. (49) Al-Hujurat: 12]

Semoga manfaat.

Qoza'Model Rambut Yang Tidak ISLAAMII

QOZA'

Islam adalah agama yang sempurna. Kehidupan sehari-hari sangat diperhatikan dalam Islam. Tak terkecuali dalam masalah penampilan. Dari ujung kaki sampai ujung rambut juga diatur dalam agama mulia ini. Berbicara mengenai masalah penampilan, yakni perihal memotong rambut, yang mana Trend model rambut masa kini memang semakin banyak modelnya dan di antaranya berupa CUKUR RAMBUT KEPALA BERGAYA QOZA'.

Apa itu Qoza’ ? Qoza’ adalah memotong rambut secara tidak rata sehingga sebagian dicukur habis (dibotaki), sebagian lainnya tidak dipotong atau dibiarkan panjang. Di Zaman Sekarang, banyak Model Qoza’ terutama dilakukan oleh anak muda. Umumnya Qoza’ di Masa Kini membentuk motif tertentu baik seperti ukiran, suatu lambang, atau hanya garis saja.

Qoza’ ternyata telah dijumpai di ZAMAN ROSUUKULLOOH S'AW dan Para Sahabat Beluau RODLIYALLOOHU 'ANHUM. Saat itu, qoza’ biasanya dilakukan oleh Orang-Orang Jahiiliyyah. Sedangkan bagi Ummat ISLAAM, ROSUULULLOOH S'AW menegaskan bahwasanya Qoza’ merupakan perbuatan yang dilarang.

عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ – رضى الله عنهما – يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَنْهَى عَنِ الْقَزَعِ

Dari Nafi’ Maulaa Abdullooh bahwasanya ia mendengar Ibnu 'Umar RODLIYALLOOHU 'ANHUMAA mengatakan: Aku mendengar ROSUULULLOOH S'AW melarang qoza’ (HR. Buchoorii).

Hadits lain melalui jalur Anas bin Malik :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنِ الْقَزَعِ

Dari Ibnu Umar bahwasanya ROSUULULLOOH S'AW melarang Qoza’ (HR Buchoorii).

Ibnu 'Umar R'A menjelaskan bahwasanya yang dimaksud dengan Qoza’ adalah :

يُحْلَقُ بَعْضُ رَأْسِ الصَّبِىِّ وَيُتْرَكُ بَعْضٌ

Mencukur sebagian rambut dan membiarkan sebagian lainnya (HR Muslim).

رأَى رسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – صَبِيّاً قَدْ حُلِقَ بَعْضُ شَعْرِ رَأسِهِ وَتُرِكَ بَعْضُهُ ، فَنَهَاهُمْ عَنْ ذَلِكَ ، وقال : احْلِقُوهُ كُلَّهُ ، أَوِ اتْرُكُوهُ كُلَّهُ

ROSUULULLOOH S'AW pernah melihat Anak yang dicukur sebagian rambutnya dan dibiarkan sebagian lainnya, maka Beliau melarang hal itu dan bersabda: “Cukurlah seluruhnya atau biarkan seluruhnya” (HR Abuu Dawud dan An Nasaa-ii)

Imam Nawawii menjelaskan bahwasanya Para 'Ulama telah sepakat bahwasanya Qoza’ ini hukumnya Makruuh, kecuali jikalau untuk keperluan tertentu seperti bekam atau pengobatan.

WALLOOHU A'LAMU BISH SHOWAAB.