-->

Pages

ASMAAUL HUSNAA

Monday, 20 November 2017

KISAH SI DINI YANG TERBUANG, DATANG JADI PAHLAWAN

Mohon di baca sampai habis semoga bermamfaat...*Sangat menginspirasi untuk para orang tua*

*“Goblok kamu ya…”* Kata Suamiku sambil melemparkan buku rapor sekolah Doni.
Kulihat suamiku berdiri dari tempat duduknya dan kemudian dia menarik kuping Doni dengan keras.
Doni meringis.
Tak berapa lama Suamiku pergi kekamar dan keluar kembali membawa penepuk nyamuk.
*Dengan garang suamiku memukul Doni berkali kali dengan penepuk nyamuk itu*
Penepuk nyamuk itu diarahkan kekaki, kemudian ke punggung dan terus , terus.
Doni menangis “ Ampun, ....ayah..ampun ayah..” Katanya dengan suara terisak isak. Wajahnya memancarkan rasa takut. Dia tidak meraung.
Doni tegar dengan siksaan itu.
Tapi matanya memandangku.
Dia membutuhkan perlindunganku. Tapi aku tak sanggup karena aku tahu betul sifat suamiku.

“Lihat adik adikmu.
Mereka semua pintar pintar sekolah. Mereka rajin belajar.
Ini kamu anak tertua malah malas dan tolol,,

Mau jadi apa kamu nanti ?
Mau jadi beban adik adik kamu ya…he “ Kata suamiku dengan suara terengah engah kelelahan memukul Doni.
Suamiku terduduk dikorsi.
*Matanya kosong memandang kearah Doni dan kemudian melirik kearah ku*

“ Kamu ajarin dia.
Aku tidak mau lagi lihat lapor sekolahnya buruk.
*"Dengar itu..!!!“*
Kata suamiku kepadaku sambil berdiri dan masuk kekamar tidur.

Kupeluk Doni.
Matanya memudar.
Aku tahu dengan nilai lapor buruk dan tidak naik kelas saja dia sudah malu apalagi di maki maki dan dimarahi didepan adik adiknya.

Dia malu sebagai anak tertua. Kembali matanya memandangku. Kulihat dia butuh dukunganku. Kupeluk Doni dengan erat “ Anak bunda, tidak tolol" Anak bunda pintar kok. Besok ya rajin ya belajarnya”

“ Doni udah belajar sungguh sungguh, bunda, Bunda kan lihat sendiri.
Tapi Doni memang engga pintar seperti Ruli dan Rini.
Kenapa ya Bunda” Wajah lugunya membuatku terenyuh.. *Aku menangis “ Doni, pintar kok* Doni kan anak ayah. Ayah Doni pintar tentu Doni juga pintar. “

“ Doni bukan anak ayah.”
Katanya dengan mata tertunduk *“ Doni telah mengecewakan Ayah, ya bunda “*

Malamnya , adiknya Ruli yang sekamar dengannya membangunkan kami karena ketakutan melihat Doni mengigau terus.
Aku dan suamiku berhamburan kekamar Doni.
Kurasakan badannya panas.
*Kupeluk Doni dengan sekuat jiwaku untuk menenangkannya*
Matanya melotot kearah kosong. Kurasakan badannya panas.
*Segera kukompres kepalanya dan suamiku segera menghubungi dokter keluarga*

Doni tak lepas dari pelukanku “ Anak bunda, buah hati bunda, kenapa sayang. Ini bunda,..” Kataku sambil terus membelai kepalanya.
Tak berapa lama matanya mulai redup dan terkulai.
Dia mulai sadar. Doni membalas pelukanku. ‘ *Bunda, temani Doni tidur ya."* Katanya sayup sayup.
Suamiku hanya menghelap nafas. Aku tahu suamiku merasa bersalah karena kejadian siang tadi.

Doni adalah putra tertua kami.
*Dia lahir memang ketika keadaan keluarga kami sadang sulit*
Suamiku ketika itu masih kuliah dan bekerja serabutan untuk membiayai kuliah dan rumah tangga.
Ketika itulah aku hamil Doni.
Mungkin karena kurang gizi selama kehamilan tidak membuat janinku tumbuh dengan sempurna. *Kemudian , ketika Doni lahir kehidupan kami masih sangat sederhana* Masa balita Doni pun tidak sebaik anak anak lain.
Diapun kurang gizi.
Tapi ketika usianya dua tahun, kehidupan kami mulai membaik seiring usainya kuliah suamiku dan mendapatkan karir yang bagus di BUMN.
Setelah itu aku kembali hamil dan Ruli lahir, juga laki laki
dan dua tahu setelah itu, Rini lahir, adik perempuannya.
Kedua putra putriku yang lahir setelah Doni mendapatkan lingkungan yang baik dan gizi yang baik pula.
Makanya mereka disekolah pintar pintar.
Makanya aku tahu betul bahwa kemajuan generasi ditentukan oleh ketersediaan gizi yang cukup dan lingkungan yang baik.

Tapi keadaan ini tidak pernah mau diterima oleh Suamiku.
Dia punya standard yang tinggi terhadap anak anaknya.
Dia ingin semua anaknya seperti dia. Pintar dan cerdas.
“ Masalah Doni bukannya dia tolol, Tapi dia malas. Itu saja. “ Kata suamiku berkali kali.
Seakan dia ingin menepis tesis tentang ketersediaan gizi sebagai pendukung anak jadi cerdas.

*“ Aku ini dari keluarga miskin* *Manapula aku ada gizi cukup.*
*Mana pula orang tuaku ngerti soal gizi.* Tapi nyatanya aku berhasil.
“ Aku tak bisa berkata banyak untuk mempertahankan tesisku itu.

Seminggu setelah itu, suamiku memutuskan untuk mengirim Doni kepesantren. AKu tersentak.?!!!!??

*“ Apa alasan Mas mengirim Doni ke Pondok Pesantren “*

“ Biar dia bisa dididik dengan benar”

*“ Apakah dirumah dia tidak mendapatkan itu”*

“ Ini sudah keputusanku, Titik.

*“ Tapi kenapa , Mas” AKu berusaha ingin tahu alasan dibalik itu.*

Suamiku hanya diam.
Aku tahu alasannya.
Dia tidak ingin ada pengaruh buruk kepada kedua putra putri kami.
Dia malu dengan tidak naik kelasnya Doni.
Suamiku ingin memisahkan Doni dari adik adiknya agar jelas mana yang bisa diandalkannya dan mana yang harus dibuangnya.
Mungkinkah itu alasannya. *Bagaimanapun , bagiku* *Doni akan tetap putraku*
*dan aku akan selalu ada untuknya* Aku tak berdaya.
Suamiku terlalu pintar bila diajak berdebat.

Ketika Doni mengetahui dia akan dikirim ke Pondok Pesantren, dia memandangku.
Dia nampak bingung.
*Dia terlalu dekat denganku dan tak ingin berpisah dariku.*

*Dia peluk aku “ Doni engga mau jauh jauh dari bunda” Katanya.*

Tapi seketika itu juga suamiku membentaknya “ Kamu ini laki laki. TIdak boleh cengeng.
Tidak boleh hidup dibawah ketika ibumu. Ngerti. ...!!!!
Kamu harus ikut kata Ayah.
*Besok Ayah akan urus kepindahan kamu ke Pondok Pesantren. “*

Setelah Doni berada di Pondok Pesantren setiap hari aku merindukan buah hatiku.
Tapi suamiku nampak tidak peduli. “ Kamu tidak boleh mengunjunginya di pondok.
Dia harus diajarkan mandiri.
Tunggu saja kalau liburan dia akan pulang” Kata suamiku tegas seakan membaca kerinduanku untuk mengunjungi Doni.

Tak terasa Doni kini sudah kelas 3 Madrasah Aliyah atau setingkat SMU. Ruli kelas 1 SMU
dan Rini kelas 2 SLP.
*Suamiku tidak pernah bertanya soal Raport sekolahnya*
Tapi aku tahu raport sekolahnya tak begitu bagus tapi juga tidak begitu buruk.
Bila liburan Doni pulang kerumah, Doni lebih banyak diam.
Dia makan tak pernah berlebihan dan tak pernah bersuara selagi makan sementara adiknya bercerita banyak soal disekolah dan suamiku menanggapi dengan tangkas untuk mencerahkan.
Walau dia satu kamar dengan adiknya namun kamar itu selalu dibersihkannya setelah bangun tidur. *Tengah malam dia bangun dan sholat tahajud dan berzikir sampai sholat subuh*

Ku perhatikan tahun demi tahun perubahan Doni setelah mondok.
Dia berubah dan berbeda dengan adik adiknya.
Dia sangat mandiri dan hemat berbicara.
*Setiap hendak pergi keluar rumah,*
*dia selalu mencium tanganku dan setelah itu memelukku*
Beda sekali dengan adik adiknya yang serba cuek dengan gaya hidup modern didikan suamiku.

Setamat Madrasa Aliyah, Doni kembali tinggal dirumah.
Suamiku tidak menyuruhnya melanjutkan ke Universitas.
“ Nilai rapor dan kemampuannya tak bisa masuk universitas.
Sudahlah.
Aku tidak bisa mikir soal masa depan dia. Kalau dipaksa juga masuk universitas akan menambah beban mentalnya. “
Demikian alasan suamiku.
Aku dapat memaklumi itu.
*Namun suamiku tak pernah berpikir apa yang harus diperbuat Doni setelah lulus dari pondok*                               
Donipun tidak pernah bertanya.
Dia hanya menanti dengan sabar.

Selama setahun setelah Doni tamat dari mondok, waktunya lebih banyak di habiskan di Masjid. Dia terpilih sebagai ketua Remaja Islam Masjid. *Doni tidak memilih Masjid yang berada di komplek kami tapi dia memilih masjid diperkampungan yang berada dibelakang komplek.* Mungkin karena inilah suamiku semakin kesal dengan Doni karena dia bergaul dengan orang kebanyakan.
Suamiku sangat menjaga reputasinya dan tak ingin sedikitpun tercemar. Mungkin karena dia malu dengan cemoohan dari tetangga maka dia kadang marah tanpa alasan yang jelas kepada Doni.
Tapi Doni tetap diam.
Tak sedikitpun dia membela diri.

*Suatu hari yang tak pernah kulupakan adalah ketika polisi datang kerumahku*
Polisi mencurigai Doni dan teman temannya mencuri di rumah yang ada di komplek kami.
Aku tersentak.
Benarkah itu.
*Doni sujud dikaki ku sambil berkata “ Doni tidak mencuri , Bunda.*
TIdak, Bunda percayakan dengan Doni.
Kami memang sering menghabiskan malam di masjid tapi tidak pernah keluar untuk mencuri.”
Aku meraung ketika Doni dibawa kekantor polisi.
Suamiku dengan segala daya dan upaya membela Doni.
Alhamdulilah Doni dan teman temannya terbebaskan dari tuntutan itu. Karena memang tidak ada bukti sama sekali.
Mungkin ini akibat kekesalan penghuni komplek oleh ulah Doni dan kawan kawan yang selalu berzikir dimalam hari dan menggangu ketenangan tidur.

Tapi akibat kejadian itu , suamiku mengusir Doni dari rumah.
Doni tidak protes.
Dia hanya diam dan menerima keputusan itu.
*Sebelum pergi dia rangkul aku” Bunda , Maafkanku.*
Doni belum bisa berbuat apapun untuk membahagiakan bunda dan Ayah.
*Maafkan Doni “* Pesannya.
*Diapun memandang adiknya satu satu.* *Dia peluk mereka satu persatu “ Jaga bunda ya.*
*Mulailah sholat dan jangan tinggalkan sholat. Kalian sudah besar .” demikian pesan Doni*.
*Suamiku nampak tegar dengan sikapnya untuk mengusir Doni dari rumah.*

*“ Mas, Dimana Doni akan tinggal. “ Kataku dengan batas kekuatan terakhirku membela Doni.*

*“ Itu bukan urusanku. Dia sudah dewasa. Dia harus belajar bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri.*

***
Tak terasa sudah enam tahun Doni pergi dari Rumah.
Setiap bulan dia selalu mengirim surat kepadaku.
Dari suratnya kutahu Doni berpindah pindah kota.
*Pernah di Bandung, Jakarta, Surabaya dan tiga tahun lalu dia berangkat ke Luar negeri.*
*Bila membayangkan masa kanak kanaknya kadang aku menangis.*
Aku merindukan putra sulungku. *Setiap hari kami menikmati fasilitas hidup yang berkecukupan.*
Ruli kuliah dengan kendaraan bagus dan ATM yang berisi penuh.
Rinipun sama.
Karir suamiku semakin tinggi. Lingkungan sosial kami semakin berkelas.
Tapi, satu putra kami pergi dari kami. Entah bagaimana kehidupannya. Apakah dia lapar.
*Apakah dia kebasahan ketika hujan karena tidak ada tempat bernaung.* Namun dari surat Doni , aku tahu dia baik baik saja.
Dia selalu menitipkan pesan kepada kami, “ Jangan tinggalkan sholat.
*Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita siang dan malam. “*

***
Prahara datang kepada keluarga kami. *Suamiku tersangkut kasus Korupsi.*
Selama proses pemeriksaan itu suamiku tidak dibenarkan masuk kantor. Dia dinonaktifkan.
Selama proses itupula suamiku nampak murung.
Kesehatannya mulai terganggu. Suamiku mengidap hipertensi.
Dan puncaknya , adalah ketika Polisi menjemput suamiku di rumah. Suamiku terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
*Rumah dan semua harta yang selama ini dikumpulkan disita oleh negara* Media massa memberitakan itu setiap hari.
Reputasi yang selalu dijaga oleh suamiku selama ini ternyata dengan mudah hancur berkeping keping. Harta yang dikumpul, sirna seketika. Kami sekeluarga menjadi pesakitan. Ruli malas untuk terus keliah karena malu dengan teman temannya.
Rini juga sama yang tak ingin terus kuliah.

Kini suamiku dipenjara dan anak anak jadi bebanku dirumah kontrakan.
Ya walau mereka sudah dewasa namun mereka menjadi bebanku. Mereka tak mampu untuk menolongku.
Baru kutahu bahwa selama ini kemanjaan yang diberikan oleh suamiku telah membuat mereka lemah untuk survival dengan segala kekurangan.
Maka jadilah mereka bebanku ditengah prahara kehidupan kami.

Pada saat inilah aku sangat merindukan putra sulungku.
*Ditengah aku sangat merindukan itulah aku melihat sosok pria gagah berdiri didepan pintu rumah.*

Doniku ada didepanku dengan senyuman khasnya.
Dia menghambur kedalam pelukanku. “ *Maafkan aku bunda, Aku baru sempat datang sekarang sejak aku mendapat surat dari bunda tentang keadaan ayah. “* katanya.
Dari wajahnya kutahu dia sangat merindukanku.
Rini dan Ruli juga segera memeluk Doni.
Mereka juga merindukan kakaknya. Hari itu, kami berempat saling berpelukan untuk meyakinkan kami akan selalu bersama sama.

Kehadiran Doni dirumah telah membuat suasana menjadi lain. Dengan bekal tabungannya selama bekerja diluar negeri, Doni membuka usaha percetakan dan reklame.
Aku tahu betul sedari kecil dia suka sekali menggambar namun hobi ini selalu di cemoohkan oleh ayahnya. Doni mengambil alih peran ayahnya untuk melindungi kami.
Tak lebih setahun setelah itu, Ruli kembali kuliah dan tak pernah meninggalkan sholat dan juga Rini. *Setiap maghrib dan subuh Doni menjadi imam kami sholat berjamaah dirumah*
Seusai sholat berjamaah Doni tak lupa duduk bersila dihadapan kami dan berbicara dengan bahasa yang sangat halus , beda sekali dengan gaya ayahnya

*" Manusia tidak dituntut untuk terhormat dihadapan manusia tapi dihadapan Allah.  Harta dunia, pangkat dan jabatan tidak bisa dijadikan tolok ukur kehormatan. Kita harus berjalan dengan cara yang benar dan itulah kunci meraih kebahagiaan dunia maupun akhirat.  Itulah yang harus kita perjuangkan dalam hidup agar mendapatkan kemuliaan disisi Allah. Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita.  Apakah ada yang lebih hebat menjaga kita didunia ini dibandingkan dengan Allah. “*

*“ Apa yang menimpa keluarga kita sekarang bukanlan azab dari Allah*
Ini karena Allah cinta kepada Ayah. Allah cinta kepada kita semua karena kita semua punya peran hingga membuat ayah terpuruk dalam perbuatan dosa sebagai koruptor. Allah sedang berdialog dengan kita tentang sabar dan ikhlas, tentang hakikat kehidupan, tentang hakikat kehormatan.
Kita harus mengambil hikmah dari ini semua untuk kembali kepada Allah dalam sesal dan taubat.
*Agar bila besok ajal menjemput kita, tak ada lagi yang harus disesalkan, Karna kita sudah sangat siap untuk pulang keharibaan Allah dengan bersih. “*

*Seusai Doni berbicara , aku selalu menangis*
*Doni yang tidak pintar sekolah, tapi Allah mengajarinya untuk mengetahui rahasia terdalam tentang kehidupan dan dia mendapatkan itu untuk menjadi pelindung kami dan menuntun kami dalam taubah*
*Ini jugalah yang mempengaruhi sikap suamiku dipenjara*
Kesehatannya membaik.
Darah tingginya tak lagi sering naik. Dia ikhlas dan sabar , dan tentu karena dia semakin dekat kepada Allah.
*Tak pernah tinggal sholat sekalipun. Zikir dan linangan airmata sesal akan dosanya telah membuat jiwanya tentram. Mahasuci Allah*

*Sahabatku terdapat beberapa pesan moral dlm cerita itu antara lain* :

*1).Jangan memaksakan kemampuan anak*

*2).Jangan merendahkan kemampuan anak*

*3).Kesuksesan bukan hanya diukur dari kemampuan akademik/nilai raport*

*4).Anak yg kelihatannya "terbelakang" belum tentu gagal*

*5). Kasih sayang yg kita berikan kpd semua anak harus adil sesuai dng porsinya*

*6).Jangan hanya memikirikan uang yg banyak tetapi tidak halal..*

*Semoga bermanfaat buat sahabat semua dan Allah jadikan kita semua dan keluarga kita menjadi hamba yg di rahmati, di Ridhoi, di Berkahi jg di bebaskan dari siksa api neraka...*                    
Dari Hamba Allah Yang HINA  
*Aamiin...*

Sumber : ... TIDAK TAHU ... kiriman WA.

Friday, 10 November 2017

RENUNGAN 10 NOVEMBER 2017

  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

              Fitrah beragama
                  merupakan
       Fitrah yang paling utama,
                      sebab:
         Manusia diciptakan اللهِ
     untuk Beribadah kepada اللهِ

                   Firman اللهِ:
            A'uzubillahiminasy
              syaithonirrojiim
                   "Dan AKU
            tidak menciptakan
              Jin dan Manusia,
      melainkan supaya mereka
              Menyembah-KU"
       (Surat Adz-Dzariyat : 56)

         Sedang Mahluk2 lain:
        ** Malaikat untuk ikut
            Perintah اللهِ saja,

                 Firman اللهِ:
          A'uzubillahiminasy
            syaithonirrojiim
    "...Malaikat tidak pernah
            mendurhakai اللهِ
               terhadap apa
      yang diperintahkan-NYA
             kepada mereka
      dan selalu mengerjakan
      apa yang diperintahkan"
         (Surat at-Tahrim : 6)

              **Benda Mati
      dan Tumbuhan, Hewan
         HANYA BERTASBIH,

                Firman اللهِ:
         A'uzubillahiminasy
           syaithonirrojiim
   "Langit yang Tujuh, Bumi
      dan semua yang ada
             didalamnya,
      Bertasbih kepada اللهِ
   dan tak ada sesuatu pun    
      melainkan bertasbih
   dengan memuji-NYA,...."
        (Surat al-Isra': 44)

            Sahabat2 RF
                     :)

             Firman اللهِ:
      A'uzubillahiminasy
        syaithonirrojiim
   "Tidak lah kamu tahu
         bahwanya اللهِ :
   kepada-NYA bertasbih
       apa yang dilangit
            dan dibumi,
       dan juga Burung
dengan mengembangkan
             sayapnya.
    Masing-masing telah 
      mengetahui (Cara)
           Sembahyang
     dan Tasbihnya,......."
     (Surat An-Nur : 41)

Thursday, 9 November 2017

Renungan Maa Tua

*RENUNGAN MASA TUA*
baca sebentar sumpah sedih banget😢

1. Sisa hίdup semakin pendek,
●Yang bisa dan baik dimakan. Makanlah !
●Yang bisa dan baik dipakai. Pakailah !
●Yang baik dan ingin kita beli. Belilah !
●Jikalau masih bisa memberi. Memberilah!
●Yang masih bisa berbagi. Berbagilah !

Karena semua yabg ada, tidak bisa kita bawa ke kubur.
Jangan kuatir dengan ahli waris.
Nikmatilah hίdυρ ini dengan pasangan kita saat waktu masih ada.

2. Dulu berusaha keras utk bs memiliki yg kita cintai.
Sekarang saatnya berusaha keras untuk ichlas melepas yang kita cintai.
Karena pada akhirnya harta, tahta, Istri, suami, anak, cucu akan ditinggalkan.
Kebahagian tidak akan kita rasakan tanpa keichlasan.

3. Sehari berlalu, umur berkurang sehari.
Bila kita lewati hari ini dgn berbahagia, kita sangat beruntung.
Berbuat baiklah & selalu mengucap syukur, karena kita tidak tahu kapan kita akan meninggal.

4. Waktu cepat berlalu, hidup itu sangat singkat.
Dalam sekejap kita kini memasuki masa tua, dan dalam sekejap nanti kita akan meninggal.  ITU PASTI !

5. Bilamana membandingkan ke atas kita akan selalu merasa kurang; membandingkan ke bawah kita merasa lebih;
Bilamana kita bisa merasa cukup dan mensyukuri apa yang kita punya, kita pasti bahagia.
Bersyukurlah dengan apa yang kita punya.

6. Harta, kekayaan, kedudukan, jabatan, kehormatan, semua itu hanyalah sementara,
Yg terbaik dan terpenting adalah Perilaku yg baik, bisa membantu orang lain, tidak berbuat hal-hl tercela.
Kontrol diri.
Jangan menyakiti hati orang lain, dan melatih diri agar selalu sehat lahir dan batin.
Karena KESEHATAN adalah KEKAYAAN kita, dan modal utama menikmati kebahagiaan hίdυρ ini.

7. Kasih orang tua kepada anak tidak ada batasnya ! Kasih anak terhadap orang tua ada batasnya. Sadarlah !
Anak sakit, hati org tua teriris; orang tua sakit anak cuma nengok dan bertanya2.
Anak2 memakai uang orang tua sudah seperti keharusan, tetapi orabg tua memakai uang anak pasti tidak bisa leluasa!
Oleh karena itu CUKUPILAH diri sendiri dan berikanlah kepada anak sebijaksana, sebijaksitu & sebijaksini mungkin.

8. Rumah orang tua adalah rumah anak, tetapi rumah anak bukanlah rumah org tua. Orang tua selalu memberi tanpa pamrih. Tetapi tdk semua anak akan berbakti kepada orang tua.

9. Orang tua selalu mendoakan anak, Tetapi anak krn kesibukannya tidak selalu mendoakan orang tua. Maka banyak berbuat baik, agar dapat terlahir kembali dialam bahagia saat meninggal.
Tdk bergantung pada doa anak.

10. Kebaikan dan keburukan akan selalu datang sesuai karma kita.
Sikapi dengan bersyukur dan sabar.

Ya Tuhan..
:) > Muliakanlah Orang Yang Membaca dan membagikan Status Ini
:) > Lapangkanlah Hatinya
:) > Bahagiakanlah Keluarganya
:) > Luaskan Rejekinya Seluas Lautan
:) > Mudahkan Segala Urusannya
:) > Kabulkanlah Cita-Citanya
:) > Jauhkan Dari Segala Musibah

"SELAMAT BERBAHAGIA DI MASA TUA"🙏🙏🙏😊😊😊  Sumber : WA. Sumber aslinya belum tahu.

Inatropeksi Diri, Hargai Orang Lain

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

*Introspeksi diri*

Kita sering menuntut orang lain untuk mendengarkan dan menerima pendapat dan ide kita. Tapi apakah kita juga sudah memasang telinga kita untuk mereka?
Banyak di antara kita yang ngakunya selalu menghargai pendapat orang lain dan selalu terbuka dengan ide-ide baru, tetapi kenyataannya kita masih sering egois dan acuh dengan pendapat dan ide orang lain.
Contohnya, saat kita sedang menyaksikan presentasi kelompok teman, kita malah asyik ngobrol atau malah main smartphone sendiri. Namun pada saat kita sedang presentasi, kita marah-marah jika ada orang yang dengan sengaja tidak mau memperhatikan presentasi kita.
------
_Mari kita bersihkan hati kita sambil terus berdoa dan berharap agar Allah senantiasa membimbing kita untuk menjadi manusia yang lebih baik yang bermanfaat untuk orang lain. AAMIIIIIIN YAA ROBBAL 'AALAMIIIIIIN.

Keinginan Vs Kebutuhan

*TRAGEDI*
by: GC – Nov 06, 2017

Pernah tahu siapa itu Glynn “Scotty” Wolfe? Ia adalah seorang pria dengan kehidupan yang teramat sangat tragis. Di th. 1998, ia meninggal di usia nya yang ke-88 tahun dalam keadaan kesepian, bahkan tidak ada seorang pun yang datang untuk mengambil jenazahnya di Los Angeles, USA. Hingga akhirnya pemerintah kota tersebut membayar agar ia bisa dikuburkan.

Sungguh sebuah TRAGEDI yang menyedihkan bukan ….

Glynn sesungguhnya adalah pemegang rekor dunia dalam Guinness Book or record sebagai pria yang paling banyak menikah, yaitu 29 kali. Sebenarnya ia punya banyak mantan isteri, anak, cucu, cicit, ipar, tetapi mengapa ia meninggal sendirian? Pernikahannya yang hingga berkali-kali itu mencerminkan bahwa ia mencari dan mencari sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan dari istri-istri sebelumnya. Ia menghabiskan seluruh hidupnya mencari sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan. Apa yang salah?

Inilah jawabannya….

*1. IA TIDAK DAPAT MEMBEDAKAN ANTARA KEINGINAN DAN KEBUTUHAN.*
Banyak orang di dunia juga bersikap sama, ia tidak mengerti bagaimana membedakan Keinginan dan Kebutuhan. Ditambah dengan sifat serakah untuk menginginkan yang lebih dan lebih lagi. Itulah yang membuat kehancuran bagi hidupnya. Dalam kasus Glynn sesungguhnya yang ia butuhkan adalah bukanlah pernikahan & perceraian berkali-kali, melainkan pengertian bahwa di dalam hidup ini kita hanya butuh seorang pasangan yang setia menemani kita dalam suka dan duka perjalanan hidup kita hingga akhir hayat, menerima kebaikan dan keburukan dari pasangan yang sudah dipilih tersebut.

Inilah yang bila seseorang tidak tahu membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Ia akan justru berakhir dengan tangan kosong. Apa yang ia kejar & dapatkan, ternyata bukan apa yang ia butuhkan.

Banyak orang mengejar karir bagus demi keluarga, Namun banyak yang mendapatkan karir bagus tapi kehilangan keluarga.

Banyak orang mengejar uang supaya bahagia, tapi ketika uang berlimpah mereka kehilangan kebahagiaan. Apa benar kita sudah mengejar apa yang diBUTUHkan?

*2. IA TIDAK PUNYA KOMITMEN.*
Kemampuan untuk mendapatkan sesuatu saja tidak akan pernah cukup, hal itu harus juga diimbangi dengan ketrampilan serta sikap (Attitude) yang tepat untuk mempertahankannya.

*KOMITMEN* adalah hal terpenting bila orang ingin mempertahankan sesuatu, baik itu pekerjaan maupun pernikahan. KOMITMEN itu erat hubungannya dengan pengorbanan, karena KOMITMEN berkata bahwa apapun yang terjadi orang tersebut akan tetap di sana. Sekalipun harus membayar harga mahal, ia akan tetap setia.

Kehidupan ini memang aneh. Di dunia ini bila sesuatunya dilewati tanpa tantangan, semuanya bahagia, uang melimpah, tidak ada masalah. Maka kehidupan itu menjadi hampa dan tidak menarik. Hanya dengan tantanganlah hidup kita ini menjadi menarik. Terutama, pengorbanan untuk orang yang kita kasihi, itu membuat bahagia. Semakin kita berkorban… semakin bahagia… tetap berkomitmen hingga akhir itu membahagiakan…

*3. INTEGRITAS ADALAH HAL TERPENTING*
Di atas dari segalanya… Hal yang terpenting di dalam hidup ini adalah INTEGRITAS. Di dunia ini, tidak ada seorang pun juga yang mau dikhianati atau ditipu / dicurangi. Kalau seseorang tidak dapat menjaga INTEGRITASnya (dalam pernikahan / pekerjaan), Ia pasti tidak akan bertahan lama. Sebab itu… Jaga baik-baik apa yang kita miliki dengan integritas yang baik.

_”Life’s tragedy is that we old too soon and wise too late.”_ Benjamin Franklin

Have a GREAT Day! GC

Wednesday, 25 October 2017

LINK MUROTTAL QUR'AAN ONLINE 24 JAM

Link ini sangat luar biasa, anda yang ingin menghafal, atau ingin mendengarkan al Quran 24 Jam, atau anda ingin berlatih membaca dan menyimak, maka buka link ini:
http://t.co/lNGX0bh4ev
‏​‏​‏​‏​‏​‏​
اللهم لا تجعلني ممن يستحي من نشر القرآن
▒██▇▆▅▄▃▂▁▃▃▄▅▆▇█▓ ▒██▇▆▅▄▃▂▁▃▃▄▅▆▇█▓ ▒██▇▆▅▄▃▂▁▃▃▄▅▆▇█▓ ▒██▇▆▅▄▃▂▁▃▃▄▅▆▇█▓ ▒██▇▆▅▄▃▂▁▃▃▄▅▆▇█▓ ▒██▇▆▅▄▃▂▁▃▃▄▅▆▇█▓ ▒██▇▆▅▄▃▂▁▃▃▄▅▆▇█▓ ▒██▇▆▅▄▃▂▁▃▃▄▅▆▇█▓ ▒██▇▆▅▄▃▂▁▃▃▄▅▆▇█▓
▒██▇▆▅▄▃▂▁▃▃▄▅▆▇█▓

Kirimkan keseluruh grup, mudah2an termasuk jariyah.

Wednesday, 18 October 2017

DAHSYATNYA DO'A DUDUK IFTIROSY

Renungan menjelang malam

Sekedar sharing :
COBALAH SIMAK DOA DUDUK DIANTARA DUA SUJUD DLM SHOLAT BILA KITA HAYATI_:

√ ROBIGHFIRLII,
√ WARHAMNII,
√ WAJBURNII,
√ WARFA’NII,
√ WARZUQNII,
√ WAHDINI,
√ WA’AAFINII,
√ WA’FUANNII

Ketika orang ditanya, “do’a apakah yang paling sering dibaca oleh seorang muslim ?”,
Banyak yang menjawabnya dengan salah. Begitu seringnya do’a itu dibaca, sehingga ketika sedang membaca do’a banyak yang tidak merasa berdo’a.

Padahal do’a itu sangat dahsyat, mencakup kebutuhan kita di dunia dan akhirat. Dan dibaca minimal 17 kali setiap hari

Do’a itu adalah DO’A DIANTARA DUA SUJUD, marilah kita renungi maknanya :

√ ROBIGHFIRLII.
Wahai Tuhan ampunilah dosaku.
Dosa adalah beban, yang menyebabkan kita berat melangkah menuju ke ridho اللّهُ Dosa adalah kotoran hati yang membuat hati kelam sehingga hati kita merasa berat untuk melakukan kebaikan.

√ WARHAMNII.
Sayangilah diriku.
Kalau kita disayang اللّهُ hidup akan terasa nyaman, karena dengan kasih Sayang akan dapat dicapai semua cita2. Dengan kasih Sayang اللّهُ nafsu kita akan terbimbing.

√ WAJBURNII.
Tutuplah segala kekuranganku.
Banyak sekali kekurangan kita, kurang syukur, kurang sabar, kurang bisa menerima kenyataan, mudah marah, pendendam dll. Kalau kekurangan kita ditutup/diperbaiki اللّهُ , maka kita akan menjadi manusia sebenarnya.

√ WARFA’NII.
Tinggikanlah derajatku.
Kalau اللّهُ sudah meninggikan derajat kita, maka pasti tidak ada manusia yang bisa menghinakan kita.

√ WARZUQNII.
Berikanlah aku rizki,
Sebagai hamba اللّهُ kita membutuhkan rizki اللّهُ mampu mendatangkan rizki dari arah yang tak terduga dan tanpa perhitungan.

√ WAHDINI.
Berikanlah aku petunjuk/bimbinglah aku ke jalan kebahagiaan.
Kita tidak hanya minta petunjuk/hidayah yang berkaitan dengan akhirat, tetapi kita juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah utk kebahagiaan di dunia.

√ WA’AAFINII.
Berikanlah aku kesehatan.
Apabila kita sehat kita bisa menambah kebaikan dan manfaat serta tidak menjadi beban orang lain.

√ WA’FUANNII.
Aku mohon agar kesalahanku dihapus dari catatan.

Dari do'a tsb diawali do’a dengan mohon ampun dan kita akhiri dengan permohonan ampunan utk menghapus dosa. Sehingga kita berharap benar-benar bersih dari dosa.

ALLAH SWT memerintahkan kita untuk membaca do’a itu, Rasulullah SAW mencontohkan kepada kita sprti itu.

TERKADANG YG JADI PERSOALAN DI MANA HATI DAN  PIKIRAN KITA KETIKA KITA MEMBACA DO’A ITU ?
DAN BANYAK DIANTARA KITA TIDAK MENGERTI MAKNANYA.

Padahal dahsyat doa tsb, dan masih banyak orang, entah dia imam atau pun makmum..., sering tergesa-gesa membacanya. Seharusnya  tuma'nina dgn meresapi dan benar2 meminta kepada ALLAH SWT.

Marilah kita resapi dg tuma'ninah semoga mendapatkan dahsyatnya do'a ini.
َآمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِين.