-->

Pages

ASMAAUL HUSNAA

Wednesday, 6 March 2013

Gagal Menjadi Imam Sholat Iedul Adha


ألسّلام عليكم و رحمة لله و بركاته
بسم الله الرّحمن الرّحيم

 .

 ألحمد لله ربّ العالمين * أشهد أن لا إله إلاّ الله و حده لاشريك له * له الملك وله الحمد* يحيى ويميت * وهوعلى كلّ شٍئ قدير. أشهد أنّ محمّدا عبده و رسوله * خاتم النّبيّين والمرسلين لا نبيّ ولا رسول بعده. أللّهمّ صلّ على ( سيّدنا ) محمّد وعلى أله صحبه و ذرّيّاته وكلّ من تبعهم بإحسان إلى يوم الدّين . أمّاّ بعده


Baca ini dulu dong .... !!! 
=================================================
Ini merupakan sambungan dari : 


Sebagian Para Keluarga Besar SYIHABIYYAH, Tetangga Sekitar dan Para Santri sudah ramai memenuhi Rumah Pamanda KYAHI SOEBAKIR meski jumlahnya tidak terlalu banyak. SUHU sempat menunggui beliau di saat DETIK-DETIK MENENTUKAN AKAN DICABUT ROHNYA OLEH MALAIKAT 'IZROIIL AS. Karena tidak tenang, SUHU jadi mondar-mandir karena sangat tegang dan ketika keluar sejenak sekitar 3 menit, tahu-tahu ORANG-ORANG DI DALAM MENGKHABARKAN BAHWASANYA BELIAU TELAH WAFAT JAM 01.00 MALAM DINI HARI. SUBHAANALLOOH ! ALLOOHU AKBAR ! INN-NAA LIL-LAAHI WA INN-NAA ILAIHI ROOJI'UUN ... ! 
  • Sebelum dimandikan, SUHU sempatkan mencium keningnya sebagai SALAM PERPISAHAN SELAMANYA. SELAMAT JALAN PAMANDA ! 
  • SEMOGA SAYA MAMPU MEMELIHARA WASIAT YANG SANGAT BERAT ITU DAN SEKALIGUS MEWUJUDKANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI. Yaa Allooh, Tuhan Penguasa Semesta Alam ... ! 
  • Mau tidak mau saya harus merelakan kepergiannya selamanya. Semoga seluruh Dosa beliau baik sengaja maupun tidak, DIAMPUNI OLEH ALLOOH SWT dan seluruh 'AMAL IBADAHNYA DITERIMA, SELAMAT DARI SIKSA KUBUR, MENDAPAT NIKMAT KUBUR, SELAMAT DARI SIKSA AKHIRAT YAKNI NERAKA, DAN MASUK AKHIRAT DENGAN SELAMAT YAKNI SYURGA YANG PENUH KEMULIAAN DAN KEBAHAGIAAN YANG KEKAL ABADI. 
  • Semoga seluruh Anak Cucu Kandung beliau bisa mengkhikhlaskannya dan menjadi Anak Cucu Yang Sholeh Solehah, Sehat Wal 'Aafiyah, Cerdas, Kuat, Sukses, Bahagia, Menjadi Hamba Allooh SWT Yang Bermanfaat Bagi (Pribadinya Masing-Masing, Keluarganya, Masyarakatnya, Nusanya, Bangsanya, Agamanya), Lahir Batin, Dunia Akhirat. Aamiiiiiin 3x.

SUHU hanya bisa berkata dalam hati ,"Ikhlashkan kepergiannya ! Ikhlashkan kepergiannya ! Ikhlashkan kepergiannya ! Bukankah kamu sudah beumpah di hadapan Alloh SWT ketika membaca DO'A IFTITAH ?  Ingat, Ingaat dan Ingatlah selalu !"

Hai ! Buktikan Sumpah Setia Bai'atmu di hadapan Allooh ketika SHOLAT !!!


ألله  أكبر !  كبيرا و الحمد  لله  كثيرا  و سبحان  الله  بكرة  و أصيلا * إنى و جهت وجهى  للذى  فطر السموات و الآرض حنيفا مسلما  و ما أنا من المشركين * إن صلاتى و نسكى و محياي و مماتى لله رب العلمين * لاشريك له و بذلك أمرت و أنا من المسلمين                      

"ALLOOHU AKBAR. KABIIROW WAL HAMDU LIL-LAAHI KATSIIROW WA SUBHAANALLOOHI BUKROTAW WA ASHIILAA. INNII WAJJAHTU WAJHIYA LIL LADZII FATHOROS SAMAAWAATI WAL ARDLO HANIIFAWًW, WA MAA ANA MINAL MUSYRIKIIIIIIN. INN-NA SHOLAATII WA NUSUKII WA MAHYAAYA WA MAMAATII LIL-LAAHI ROBBIL 'AALAMIIIIIIN. LAA SYARIIKA LAHUU, WA BIDZAALIKA UMIRTU, WA ANA MINAL MUSLIMIIIIIIN".

“Allooh Maha Besar Lagi Sempurna Kebesarannya, Segala puja-puji hanya untuk Allooh dan Maha Suci Alloohh sepanjang pagi dan sore. Sesunggunya bena-benar kuhadapkan muka dan jiwa ragaku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dalam kondisi lurus dan berserah diri dan aku bukanlah dari Golongan Kaum Musyrik. Sesungguhnya Sholatku, 'Ibadahku, hidup dan matiku hanyalah karena Alloohh, Tuhan Penguasa Semesta Alam. Tidak ada sekutu bagiNYA, dan memang demikianlah aku diperintahNYA dan aku termasuk Golongan Kaum Muslim.”

Atau Sebagian Kaum Muslimin Muslimat membaca lebih pendek yakni :

ألله  أكبر !  و جهت  وجهى  للذى  فطر السموات و الآرض حنيفا مسلما  و ما أنا من المشركين * إن صلاتى و نسكى و محياي و مماتى لله رب العلمين * لاشريك له و بذلك أمرت و أنا من المسلمين

ALLOOHU AKBAR. WAJJAHTU WAJHIYA LIL LADZII FATHOROS SAMAAWAATI WAL ARDLO HANIIFAWW, WA MAA ANA MINAL MUSYRIKIIIIIIN. INN-NA SHOLAATII WA NUSUKII WA MAHYAAYA WA MAMAATII LIL-LAAHI ROBBIL 'AALAMIIIIIIN. LAA SYARIIKA LAHUU, WA BIDZAALIKA UMIRTU, WA ANA MINAL MUSLIMIIIIIIN". 

Ingatlah firman Allooh dalam Surat ke 2, Al Baqoroh Ayat 156 :


  الّذين إذا  أصابتهم  مصيبة قالوا إنّا لله وإنّا إليه راجعون     


"ALLADZIINA IZAA ASHOOBATHUMM MUSHIIBATUNGNG QOOLUU INNNAA LIL-LAAHI   WA   INN-NAA  ILAIHI  ROOJI'UUN".


Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Innaa lillaahi wa inn-naa ilaihi rooji'uun" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali). 

Kalimat ini dinamakan kalimat "ISTIRJAA'" (pernyataan kembali kepada Allah). Disunnahkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.

AYAT BACAMUFRODAAT

ٱلَّذِينَ
AL LADZIINAorang-orang yang

إِذَآ
IDZAAapabila
أَصَٰبَتْهُمASHOOBATHUMMmenimpa mereka

مُّصِيبَةٌ
MUSHIIBATUNGNGmusibah

قَالُوٓا۟
QOOLUUmereka mengucapkan

إِنَّا
INN-NAAsesungguhnya kami

لِلَّهِ
LIL-LAAHImilik Allah
وَ إِنَّآWA INN-NAAdan sesungguhnya kami

إِلَيْهِ
ILAIHIkepadaNya

رَٰجِعُونَ
ROOJI'UUUUUUNmereka kembali

Warga Pedukuhan Beron, Punggulrejo, Rengel, Tuban hanya tahu bahwasanya besok pagi akan dilaksanakan SHOLAT 'IEDUL ADHAA di halaman KUD Rengel yang berada di Beron. Jarak dengan rumah SUHU sekitar 100 m ke arah utara. Di Beron ada 2 (dua) Kelompok Jama'ah yakni Beron Lor dan Beron Kidul. Jama'ah yang utara setelah Kakek K.H. SHOLIHUN AFFANDI wafat, berubah haluan dan mayoritas menggunakan TATA CARA MUHAMMADIYYAH. Jama'ah yang selatan tetap mempertahankan TATA CARA NU. Secara umum, hubungan 2 (dua) Kelompok ini CUKUP HARMONIS.

Para Jama'ah Utara sangat kaget setelah pelaksanaan Sholat 'IEDUL ADHAA dan KHUTBAHNYA, tiba-tiba ada Pengumuman bahwasanya KYAHI SOEBAKIR AFFANDI ASY SYIHABYY bin K.H. SHOLIHUN AFFANDI telah wafat tadi malam ini hari pada Jam 01.00 dan sebentar lagi akan dimakamkan di KUBURAN TOWISO yang terletak sekitar 25 meter arah timur dari KUD Rengel tadi. Kuburan TOWISO merupakan salah satu Kuburan di Pedukuhan Beron yang berada di bagian utara, sehingga sering disebut KUBURAN LOR atau KERAMAT LOR yang arealnya lebih sempit daripada Kuburan Selatan alias Keramat Gede alias Keramat Kidul. 

Mengapa Kuburan TOWISO lebih sempit ? Karena pada dasarnya merupakan KUBURAN KELUARGA DAN KETURUNAN EMBAH TOWISO, TERMASUK ANAK CUCU MENANTU BELIAU di mana lokasinya berada dekat Jalan Raya Tuban-Bojonegoro dan kini berhadapan dengan MTs Negeri Rengel.






TOWISO merupakan nama julukan dari salah satu LELUHUR SUHU yang merupakan salah satu cucu dari SUNAN BEJAGUNG (Versi 1, Versi 2), TUBAN dan ADIPATI TUBAN RONGGOLAWE melalui SUNAN KALIJOGO. Para Paman SUHU memberitahu bahwasanya NAMA ASLINYA H. 'ISA TOHA. 
  • Ada yang bilang, EMBAH TOWISO bukanlah Anak Cucu SUNAN BEJAGUNG tetapi hanyalah SANTRINYA yang diberi tugas chusus untuk menjaga SAWAH BERON sebelum berubah menjadi RAWA/TELAGA BERON. Benar apa salah ? Ya WALLOOHU A'LAMU BISH SHOWAAB ... !
  • Ada yang bilang, EMBAH TOWISO bukanlah Anak Cucu SUNAN BEJAGUNG tetapi Anak Cucunya SYAICH MAULANAA MAGHRIBII alias MAULANA ISHAQ BEJAGUNG. Benar apa salah ? Ya WALLOOHU A'LAMU BISH SHOWAAB. 
    • Kisah Versi I. Menurut versi ini SYAICH MAULANA MAGHRIBI sebelum menikah dengan DEWI SEKARDADU BLAMBANGAN, telah menikah dengan DEWI ROSO WULAN (Adik Kandung Sunan Kalijogo) binti WILWOTIKTO (Adipati Tuban).
    • Menurut Cersi ini, SAICH MAULANA MAGHRIBII dikuburkan di BEJAGUNG, TUBAN. Akan tetapi yang SUHU pahami, itu MAKAM PETILASAN BELIAU sebagaimana SUNAN BONANG, TUBAN di mana jasadnya dimakamkan di SENTONO, KUTOREJO, BELAKANG MASJID JAMI' TUBAN, sedangkan KAIN KAFANNYA di PULAU BAWEAN dan petilasannya tempat biasa beliau bermunajat menyendiri di WILAYAH REMBANG.
    Masalah di mana beliau dimakamkan/dikuburkan ? Inipun kenyataannya banyak Versi. Logikanya, dari sekian versi tentunya ada 1 (satu) VERSI YANG PALING BENAR, NAMUN KITA INI DIBINGUNGKAN oleh KENYATAAN INI :"Sebenarnya tak hanya di Lamongan, makam yang dipercayai sebagai “rumah terakhir” Syekh Maulana Ishaq juga bisa ditemui di banyak tempat. Beberapa di antaranya yakni di Gresik, Situbondo, Klaten, Bantul, Wonosobo, Pemalang, Banyumas, Cirebon, dan lain-lain. Namun, Di Lamongan, selain bisa belajar dari dongeng yang beredar di masyarakat, kita juga disuguhi dengan pemandangan nan elok di mata. Sumber : https://lamonganoke.wordpress.com/2013/10/11/ziarah-leluhur-wali-di-makam-ayah-sunan-giri/".
    • Dari Isteri pertama punya anak bernama JOKO TARUB yang merupakan cikal bakal LELUHUR KERAJAAN ISLAM MATARAM. AKAN TETAPI YANG SUHU PAHAMI SELAMA INI,"SYAICH MAULANA MAGHRIBI (MAULANA ISHAQ) DI PULAU JAWA INI ISTERINYA HANYALAH DEWI SEKARDADU".
    • Dari Isteri kedua punya anak bernama JOKO SAMUDERO atau RADEN PAKU atau SUNAN GIRI (makamnya di Kebomas Gresik). AKAN TETAPI YANG SUHU PAHAMI SELAMA INI,"SYAICH MAULANA MAGHRIBI (MAULANA ISHAQ) DI PULAU JAWA INI ISTERINYA HANYALAH DEWI SEKARDADU". Sebagian Anak Cucu beliau di kemudian hari menjadi Isterinya Ki Ageng Selo Penangkap Petir-Anak Cucu Brawijaya V lewat Jalur LEMBU PETENG (Raden Abdur Rohman). Lalu punya Anak antara lain bernama KI AGENG PEMANAHAN (AYAH DARI RADEN SUTOWIJOYO PENDIRI KERAJAAN MATARAM ISLAM). 
    • Meskipun ada perbedaan Versi Isteri, namun intinya ada LELUHUR YANG SAMA dari KERAJAAN MATARAM ISLAM yakni SAICH MAULANA MAGHRIBI (MAULANA ISHAQ).
    • Meskipun ada perbedaan Versi Isteri, namun realitasnya ANAK CUCU WALI SONGO SALING BERTEMU DALAM "BINGKAI PERNIKAHAN", sehingga jadinya ada titik temu dari WALI SONGO ada darah ROSUULULLOOH MUHAMMAD SAW (TERAH 'ALIIM 'ULAMAA') dan dari PARA RAJA_RATU PULAU JAWA yakni MATARAM ISLAM, DEMAK BINTORO, MOJOPAHIT, SINGOSARI, KAHURIPAN SIDOARJO (ANAK II DARI PRABU AIRLANGGA), JENGGOLO_DOHO KEDIRI), PRABU AIRLANGGA, PRABU TEGUH DHARMAWANGSA,  PRABU DYAH EMPU SENDOK,  PRABU SANJAYA (PENDIRI DINASTI SANJAYA YANG SEBENARNYA JUGA MASIH BARISAN DINASTI SYAILENDRA), PARA RAJA DINASTI SYAILENDRA, RATU SIMA (JEPARA), PARA RAJA KERAJAAN TARUMANEGARA HINGGA PENDIRINYA YAITU PRABU PURNAWARMAN (SUNDA).
Menurut Versi ini, beliau wafat di Samudera Pasai (Singapura).  Makamnya di sana ? Tidak dijelaskan. Akan tetapi yang SUHU pahami, SAMUDERA PASAI bukan di Singapura, namun di ACEH SERAMBI MEKKAH AL MUKARROMAH.
Anak cucu EMBAH TOWISO sebagian besar berkembang di PEDUKUHAN BERON dengan beberapa TOKOH misalnya : 
  • EMBAH BUYUT KASTUR (Petinggi Dongkol, Kakek Kandung dari Pamanda PETINGGI DONGKOL -(Paklik) ROCHMAT dan saudaranya misalnya Pamanda (Paklik) ROESLAN (Kepala Sekolah SUHU di SDN PUNGGULEJO 1977), Pamanda (Paklik) SYAHID yang tinggal di RENGEL (Mantan Kepala Sekolah SD, PS, dll), Pamanda (Paklik) IBROHIM, Pamanda (Paklik) ZAERI.  
    • EMBAH BUYUT KASTUR merupakan "ADIK TUNGGAL" IBU DARI BUYUT SUHU dari JALUR IBUNDA SUHU yakni H. ABU THOLIB BIN NYAI RONGGO JOYO BINTI ... (KEPALA DESA PUNGGULREJO DI BERON, KECAMATAN RENGEL, KABUPATEN TUBAN).
    • Suatu hari karena alasan tertentu, achirnya EMBAH BUYUT H. ABU THOLIB menetap dan beranak-cucu di DESA MAIBIT KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN.
  • EMBAH BUYUT KASTUR bersama EMBAH BUYUT H. ABU THOLIB inilah yang memberikan TANAH WAKAF kepada Kakek SUHU,"K.H. SHOLIHUN AFFANDI AL MUNTHOLIBYY" untuk didirikan di atasnya PONDOK PESANTREN BERON DAN SETIAP PONDOK PESANTREN PASTI DIDIRIKAN MASJID/MUSHOLLA. Ternyata, selidik punya selidik, pada awalnya di masa silam merupakan Tanah milik Kakek Buyut SUHU sendiri dari Pihak Ibu yakni H. ABU THOLIB. Tanah tersebut DIKENAL SANGAT ANGKER alias SOPO SIRO SOPO INGSUN, JALMO  MORO JALMO MATI  (SIAPA KAMU SIAPA SAYA, BERANI DATANG KEMARI BERARTI MENGANTAR NYAWAMU !). Sampai sekarang masih sangat terasa di RUMAH DAN TANAH YANG IBUNDA & KAMI TEMPATI meski tidak seangker di zaman lampau dan SUHU-pun belum lahir. 
  • Tanah Wakaf yang di atasnya didirikan PONDOK PESANTREN BERON yang didirikan oleh KYAHI H. SHOLIHUN AFFANDI :
    • BUKANLAH TANAH HASIL HADIAH DARI PEMERINTAH BELANDA WAKTU ITU dan PEMERINTAH BELANDA JUGA TIDAK PUNYA HAK UNTUK MEMILIKI TANAH. LHA WONG MEREKA ITU "PENJAJAH KELAS BERAT DI SELURUH WILAYAH NUSANTARA yang kini menjadi INDONESIA". 
    • BUKANLAH PULA HASIL HADIAH DARI GOTONG ROYONG MASYARAKAT BERON.
    • BUKANLAH PULA HASIL HADIAH DARI PIHAK MANAPUN, KECUALI DARI EMBAH BUYUT H. ABU THOLIB DAN EMBAH BUYUT KASTUR TERSEBUT.
    • MESKIPUN ANAK CUCU (DZURRIYYAH) EMBAH BUYUT H. ABU THOLIB YANG TINGGAL DI BERON ITU BANYAK JUMLAHNYA, NAMUN  MEREKA TIDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN TANAH WAKAF PESANTREN BERON TERSEBUT KARENA BUKANLAH MENANTU EMBAH KYAHI H. SHOLIHUN AFFANDI. YANG DIAMBIL MENANTU BELIAU HANYALAH IBUNDA SUHU SEORANG.
  • Tanah Wakaf tersebut dibatasi dengan Pagar Tembok yang kini sudah hilang dan berganti wajah, namun tetap kelihatan batas tersebut yakni Lurus Dengan Tembok Belakang MIN yang berdekatan dengan MASJID dan PAGAR SEKOLAH PAUD yang timur yang berada di belakang Rumahnya MBAKYU SITI AMINAH BINTI KYAHI SOEBAKIR AFFANDI + MAS POEDJIANTORO  bin MUNADI (Mantan Polisi Rengel yang tinggal di DESA LOGAWE KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN). Bagian belakang batas Tanah Wakaf tersebut yang dulunya ada POHON SAWO dan KUBURAN KUNO kini telah berubah menjadi TEMPAT IMAM SHOLAT DAN JEDINGAN (=sengaja tidak memakai istilah Kamar Mandi dan WC karena MASJID pada dasarnya bukan untuk TEMPAT MANDI, KENCING dan BERAK).
  • Adapun Tanah-Tanah yang berada di Luar Batas tersebut termasuk yang kini menjadi MIN baik Gedung Lama maupun Gedung Baru merupakan BUKANLAH TANAH WAKAF alias HAK MILIK MURNI K.H. SHOLIHUN AFFANDI yakni :
    • TANAH YANG DITEMPATI IBUNDA SUHU & KAMI SEKARANG INI.
    • TANAH depannya ADINDA H. AHMAD ZUHDI ke barat hingga berbatasan dengan KALEN (PARIT = SUNGAI KECIL) dan P HANAFI.
    • Tanah yang ditempati PAKLIK (PAMANDA) BAYYINAN BIN K.H. SHOLIHUN AFFANDI yang kini ditempati PUTERI TUNGGALNYA "MASNI'ATUN", Menantunya (H. AHMAD ZUHDI), dan ANAK CUCUNYA.  Dulu ada RUMAH DAPUR terbuat dari bambu. Ternyata itu hasil warisan dari BUYUT_CANGGAH SUHU yakni NYAI K.H. SYIHABUDDIN alias NYAI SOMO yang merupakan Rumah Boyongan dari Kauman Rengel ke Beron untuk berkumpul dengan ANAK TERACHIRNYA yakni SITI FATHIMAH AWWAL (NYAI K.H. SHOLIHUN AWWAL) setelah ditinggal Wafat oleh SUAMINYA (K.H. SYIHABUDDIN). 
    • Sawah-Sawah Sekitar Masjid, MIN, dll.
    • Ladang (Tegal Bancong, Sekitar Towiso), dll.
    • Tanah yang ditempati MAN RENGEL. Setelah ganti kepemilikan ke KIYAHI SOEBAKIR AFFANDI bin K.H. SHOLIHUN AFFANDI, maka achirnya TANAH TERSEBUT DIHADIAHKAN_DIWAKAFKAN UNTUK PEMBANGUNAN MAN RENGEL yang pada awal berdirinya dipelopori oleh PAMANDA Drs. H. ABU NAZARUDDIN (Adik dari PAMANDA KIYAHI SOEBAKIR AFFANDI dan AYAH SUHU dari Isteri II dari K.H. SHOLIHUN AFFANDI yang sekaligus merupakan Keponakan Kandung dari Isteri I yang ditaqdirkan SAMA NAMANYA YAKNI SITI FATHIMAH).
  • Isteri I K.H. SHOLIHUN AFFANDI,"SITI FATHIMAH BINTI K.H. SYIHABUDDIN_KAUMAN RENGEL merupakan Adik Bungsu dari Kakak Tertuanya yakni K.H. CHOZIN PONDOK PESANTREN LANGITAN (Kakek Kandung Pamanda_Kakanda K.H. ABDULLOOH FAQIH LANGITAN).  Beliau dimakamkan di KUBURAN TOWISO berdampingan dengan Ibunda Kandungnya yakni NYAI SYIHABUDDIN alias NYAI SOMO binti  EMBAH WEDONO (WEDONO RENGEL WAKTU ITU). Berarti beliau merupakan Ibunda Kandung dari K.H. CHOZIN LANGITAN. Di hari tuanya, beliau boyongan rumah ke BERON ikut Anak Bungsunya yakni SITI FATHIMAH I (ISTERI K.H. SHOLIHUN AFFANDI).  Selanjutnya, K.H. SYIHABUDDIN dimakamkan di RENGEL.
  • K.H. SYIHABUDDIN merupakan salah satu Anak Cucu dari K.H. SHOLEH (AULIYAA"), SANTREN, RENGEL.
  • Isteri II alias ZAUJAH TSAANII K.H. SHOLIHUN AFFANDI,"SITI FATHIMAH BINTI H. ABDUR ROHMAAN_KAUMAN RENGEL merupakan Anak Ke-3 dari  K.H. SYIHABUDDIN_KAUMAN RENGEL.
  • Dari Pihak Ayah, SUHU memanggil EMBAH BUYUT kepada K.H. SYIHABUDDIN. Jikalau dari Pihak Ibu, SUHU memanggil beliau EMBAH CANGGAH. Berarti sebelum MENIKAH, Ibunda SUHU memanggil ke AYAH SUHU dengan panggilan PAMANDA KECIL alias PAKLIK GENERASI II.
  • Dalam urusan Donatur_Material  dan Do'a-Do'a Sepiritual dibantu utama oleh Kakek Buyut H. ABU THOLIB (Kakek Kandung Ibunda SUHU). karena menjadi SAUDAGAR SUKSES dan menetap di Desa MAIBIT Kecamatan Rengel. Sedangkan urusan KEILMUAN dan Do'a-Do'a Sepiritual dibantu SEKIAN % oleh  Kakek Kandung dari Mas PODJIANTORO yang juga Sahabat Kakek K.H. SHOLIHUN AFFANDI di PESANTREN LANGITAN dan tentunya sekian % juga dibantu oleh Para Sahabat K.H. SHOLIHUN AFFANDI LAINNYA.
  • Untuk menambah Ikatan Tali Persaudaraan, maka IBUNDA SUHU yang merupakan salah satu Cucu Kandung dari Buyut H. ABU THOLIB di mana , kala itu masih usia Anak-Anak harus sudah dinikahkan dengan  Ayah SUHU yakni K. MAKMUR yang pada achirnya SURATAN TAKDIR HARUS BERCERAI (Sabtu Kliwon, 27 Maret 1970) dan menetap dan wafat di Panjunan, Desa Tasikmadu, Kabupaten Tuban. Pada saat bercerai, usia SUHU baru 5 tahun dan Adik Kandung SUHU MASIH BAYI MERAH.
  • ADINDA TULUS MULYONO (PETINGGI DONGKOL) bin Pamanda (Paklik) ROCHMAT - PETINGGI DONGKOL bin Petinggi Embah NUR bin Petinggi KASTUR, 
  • Adinda SARJU bin Pamanda (Paklik) IBROHIM, 
  • Adinda NYAI ASYHAD binti Pamanda (Paklik) IBROHIM,
  • Kakak KASTUM (Pengusaha Home Industri Tempe) dan NYAI KASTUM sendiri juga masih Keluarga IBUNDA SUHU dai DESA CAMPURREJO (TAPANG) Kecamatan RENGEL,
  • Kakek Buyut SUHU Kandung alias Kakek Kandung dari IBUNYA SUHU yang bernama H. ABU THOLIB di mana Ibundanya juga ORANG BERON PUNYA dan Ayahnya menjadi PETINGGI (KEPALA DESA) DI DESA NGURUAN, RENGEL, TUBAN SEKITAR 8 atau 9 km dari Beron yakni RONGGO JOYO.
  • Rumah beliau di Beron kini ditempati KAKAK MIFTAAH dan Saudara-Saudaranya dan beliau akhirnya menetap sampai wafat di DESA MAIBIT, RENGEL, TUBAN. 
  • Beliau punya Cucu Mantu yang terkenal yang menikah dengan Anak dari Adik Kandung dari Kakek Kandung SUHU (Pihak Ibunda) yang bernama H. UTSMAN. Adik H. UTSMAN bernama K.H. AHMAD FAQIH dan Cucu Menantu beliau yang terkenal tadi bernama K.H. ALI MANSYUR. Mengapa terkenal ? Karena beliau telah menciptakan SHOLAWAT BADAR di mana GUS DUR memberi sebutan,"LAGU KEBANGSAAN NU". Sholawat Badar tersebut dalam status PRO Vs KONTRA. ULAMA WAHABYY (MANHAJ SALAFYY) yang kini sedang berkuasa di Saudi Arabia  beserta Seluruh  Variannya misalnya : MUHAMMADIYYAH, PERSIS DAN AL IRSYAD mengklasifikasikan sebagai SHOLAWAT NABI YANG BID'AH DLOLALAH PENGANTAR NERAKA. Singkat kata, SHOLAWAT NABI yang sah hanyalah SHOLAWAT yang langsung disabdakan oleh NABI MUHAMMAD SAW, di luar ini semua DINYATAKAN SEBAGAI BID'AH DLOLALAH. Sementara itu ULAMA' NU BERPENDAPAT SEBALIKNYA. Intinya, bagaimana mungkin bisa ketemu akur ? Lha wong, pola pemahaman pemikirannya berbeda ?.
  • KAKAK MA'RUUF  BERON KIDUL  (Kakak dari Kak MIFTAH, Kak MURSYIDI, dll). Isteri KAKAK MAKRUF baik yang Pertama maupun Kedua juga masih Keluarga IBUNDA dari Desa CAMPUREJO (TAPANG), Kecamatan RENGEL,
  • EMBAKYU NYAI JAILAN BERON KIDUL BINTI MUYASSAROH alias NYAI KYAHI DOROJAK alias NYAI KYAHI ABDUR ROZAQ BINTI KYAI ABU BAKAR BINTI H. ABU THOLIB BIN NYAI RONGGO JOYO BIN H. ISA TOHA (EMBAH TOWISO) AL BEROONII AR RONGGOLAAWII (Ibunda Nyai KYAI 'IMROON BERON KIDUL  dan Saudara-Saudarinya). 
  • KAKAK JAILAN merupakan KAKAK KANDUNG DARI KAKAK MALIKI KAMITUWO DONGKOL BERON LOR yang merupakan KELUARGA BESAR K.H. JUWAINI BERON WETAN khususnya DARI PIHAK AYAHNYA (EMBAH SYARBINI GROUP/KLAN) yang merupakan sebagian ANAK CUCU dari KEBO ANABRANG(ada yang bilang KEBO GLONDOR) yakni TOKOH PEMBUNUH RONGGOLAWE dengan alasan MENUMPAS PEMBERONTAK MOJOPAHIT di SUNGAI TAMBAK BERAS JOMBANG pada ZAMAN MOJOPAHIT AWAL BERDIRINYA yang mana akhirnya beliau dibunuh oleh Pamannya RONGGOLAWE yakni LEMBU SORA, padahal ketiga TOKOH TERSEBUT MEMILIKI HUBUNGAN KEKERABATAN YANG SANGAT DEKAT. 
  • NYAI 'IMROON alias MAR'AH binti JAILAN berarti Keponakan Suhu Mindoan/Generasi II dipereistri oleh KAKAK SEPUPU SUHU bernama KYAI 'IMROON BIN NYAI BANDIYYAH (ISTERI K.H. MUKTI. NGAGLIK, TUBAN) BINTI K.H. SHOLIHUN AFFANDI AL MUNTHOLIBYY,
  • EMBAKYU NYAI MALIKI KAMITUWO DONGKOL BINTI H. SHOLEH BIN H. ABU THOLIB BIN RONGGO JOYO BIN H. 'ISA TOHA (EMBAH TOWISO) AL BEROONII AR RONGGOLAAWII yang biasa SUHU panggil dengan EMBAK SITI BINTI  (Ibunda NYAI MUTTAQIN  BERON LOR). 
  • NYAI MALIKI merupakan EMBAKYU SEPUPU SUHU dari jalur IBUNDA SUHU karena H. SHOLEH merupakan KAKAK KANDUNG dari KAKEK KANDUNG SUHU yakni H. UTSMAN BIN H. ABU THOLIB BIN NYAI RONGGO JOYO BIN EMBAH TOWISO BERON alias HAJI 'ISA TOHA AL BEROONII AR RONGGOLAAWII dan Isteri dari H. SHOLEH merupakan KAKAK KANDUNG dari EMBAH PUTRI SUHU dari IBUNDA SUHU alias ISTERI dari KAKEK SUHU,"H. UTSMAN BIN H. ABU THOLIB BIN NYAI RONGGO JOYO BIN H. ISA TOHA (EMBAH TOWISO) AL BEROONII AR RONGGOLAAWII". 
  • NYAI MUTTAQIN (MU'AWWANAH) karena nama suaminya MUTTAQIN dan penduduk BERON dan sekitarnya biasa memanggil dengan BAPAK MUTTAQIN BIN NYAI MUSTAJAB MAGERSARI, PLUMPANG TUBAN BINTI K.H. SHOLIHUN AFFANDI AL MUNTHOLIBYY AL BEROONII. 
  • Baik NYAI MUTTAQIN maupun BAPAK MUTTAQIN keduanya merupakan KEPONAKAN MINDOAN dari SUHU. NYAI MUTTAQIN  berdarah "RONGGOLAWE dan KEBO ANABRANG (ada yang bilang KEBO GLONDOR yang dimakamkan di Keramat Kidul *Keramat Besar/Keramat Besar) serta K.H. SYIHABUDIN (SYIHABIYYAH alias ASY SYIHABYY AL JABBAARYY AL TINGKIIRII AL WAALII SONGOYY sedangkan BAPAK MUTTAQIN berdarah RONGGOLAWE dan K.H. SYIHABUDDIN (SYIHABIYYAH alias ASY SYIHABYY AL JABBAARYY AL TINGKIIRII AL WAALI SONGOYY terutama WALI SONGO SESEPUH GENERASI II yakni SUNAN AMPEL (RADEN ROHMAT) yang menikah dengan NYI AGENG MANILA alias NYAI DEWI CONDROWATI BINTI ADIPATI WIWOTIKTO BIN ADIPATI TUBAN ARYO TEJO AL 'ABBAASYY AR RONGGOLAWYY.
  • Untuk jalur SILSILAH KYAI ABU, MAIBIT_RENGEL, SUHU sampai sekarang belum tahu asal-usulnya secara persis. Bagaimana bisa tahu, lha wong tidak pernah dengar kisahnya, tidak pernah bertanya sana sini situ dan tidak pernah observasi baik langsung maupun tidak langsung. Secara INSTINK ada SUHU merasakan ada hubungan kekarabatan yang tidak terlalu jauh, namun yang sesungguhnya'"YA BELUM TAHU". Hanya saja, SILSILAHNYA AKAN KETEMU DENGAN SILSILAHNYA SUHU di PAKUNCEN, PADANGAN. 
  • K.H. JUWAINI ASY SYARBINYY BERON WETAN BIN K. YASA' BIN K. ABU MAIBIT, RENGEL, TUBAN (Wafat di hari Jum'at dini hari, tanggal 1 Januari 2015, Jam 24.03 atau 07).  Ada hubungan kekerabatan dengan SUHU melalui IBUNDA dari K.H. JUWAINI dan Neneknya yakni NYAI SYARBINI. Banyak saudara saudari beliau : BAPAK WAHHAB (almarhum) IBU ZUHROH, BAPAK WAHID, K. H. AHMAD ZUHDI, H. MUSTA'IN (almarhum), MAFTUKHIN, EMBAK ZAH, dll.
  • K.H. ABDUS SALAM, NGLAREN, RENGEL masih merupakan KELUARGA BESAR K.H. JUWAENI, BERON DAN SELURUH SAUDARA-SAUDARINYA.
  • K.H. AHMAD ZUHDI  beristrikan ADIK SEPUPU SUHU yakni NYAI H. MASNI'ATUN BINTI BAYYINAN BIN K.H. SHOLIHUN AFFANDI ATH MUNTHOLIBYY. SUHU biasa panggil DIK MAD dan DIK NIK. 
  • DIK MAD dan SELURUG SAUDARANYA BERDARAH KEBO ANABRANG alias MAHESA ANABRANG alias MAHESA KEBO ANABRANG (ada yang bilang KEBO GLONDOR) yakni DIK MAD BIN NYAI YASA' BINTI SYARBINI AL KEBO ANABRANGYY (KEBO GLODORYY) dan sekaligus berdarah RONGGOLAWE yakni DIK MAD BIN NYAI YASA' BINTI NYAI SYARBINI AR RONGGOLAWYY. BISA JADI KEBO GLONDOR MERUPAKAN ANAK CUCU DARI KEBO ANABRANG di MASA KERAJAAN MAJAPAHIT AWAL BERDIRI.
  • Mana yang benar ? Anak Cucu KEBO ANABRANG ataukah KEBO GLONDOR. SUHU tidak paham,"WALLOOHU A'LAMU BISH SHOWAAB".
  • Bisa jadi, KEBO GLONDOR merupakan sebagian ANAK CUCU dari KEBO ANABRANG. Yang sesungguhnya juga tidak paham alias ,"WALLOOHU A'LAMU BISH SHOWAAB".
  • YANG JELAS, GARA-GARA "KEBO ANABRANG" TELAH MEMBUNUH "ADIPATI RONGGOLAWE TUBAN", MAKA YANG TERJADI SETELAH ITU "ANAK CUCUNYA SALING BERMUSUHAN SAMPAI TUJUH (7) KETURUNAN". RELAITAS DI LAPANGAN, PADA ACHIRNYA ANAK CUCU RONGGOLAWE, KEBO ANABRANG DAN RADEN WIJAYA SALING MENIKAH.
  • Sementara itu. DIK NIK berdarah JOKO TINGKIR, RONGGOLAWE dan WALI SONGO terutama WALI SONGO SESEPUH GENERASI II yakni SUNAN AMPEL (RADEN ROHMAT) yang menikah dengan NYI AGENG MANILA alias NYAI DEWI CONDROWATI (KAKAK ADIPATI WILWATIKTA) BINTI ADIPATI TUBAN ARYO TEJO AL 'ABBAASYY AR RONGGOLAWYY.
  • Sebenarnya, mayoritas PENDUDUK BERON masih KELUARGA BESAR SUHU. Hanya saja, untuk sementara waktu ini tidak paham utuh dan tidak hafal utuh, namun IBUNDA SUHU PAHAM BANGET MESKI TIDAK 100 %. IN SYAA ALLOOH suatu hari akan paham seutuhnya, dalam arti SEBATAS KEMAMPUAN UNTUK PAHAM BERDASARKAN DATA YANG BERHASIL DIKUMPULKAN KARENA SEKIAN % "KEPATEN OBOR"..


Beliau (Kakek Buyut SUHU,"H. ABU THOLIB BIN NYAI RONGGO JOYO BIN EMBAH TOWISO BERON alias HAJI 'ISA TOHA AL BEROONII AR RONGGOLAAWII") merupakan ALUMNI PESANTREN LANGITAN, TUBAN dan bersahabat akrab dengan Kakek Kandung SUHU dari Pihak Ayah yakni K.H. SHOLIHUN AFFANDI BIN K.H. HASAN MUNTHOLIBYY yang merupakan KYAHI pendatang dari MREDEN, MANDIRAJA, BANJARNEGARA, JAWA TENGAH.

K.H. SHOLIHUN AFFANDI sebenarnya juga berdarah TUBAN ASLI melalui Jalur SUNAN KALIJOGO dan ISTERINYA SUNAN AMPEL (BIBI-BUDE SUNAN KALIJOGO) yang bernama DEWI CONDROWATI alias NYAI AGENG MANILA (Kakak  ADIPATI WILWOTIKTO-AYAH SUNAN KALIJOGO)  binti ADIPATI TUBAN ARYO TEJO AL- 'ABBASYY (Adipati Tuban VII-Kakek SUNAN KALIJOGO yakni merupakan sebagian ANAK CUCU RONGGOLAWE yang di dalam ILMU SEJARAH NASIONAL (INDONESIA) dikenal sebagai TOKOH PEMBERONTAK MAJAPAHIT.  Di saat K.H. SHOLIHUN dulu hidup di BERON, beliau tahu apa tidak, sadar apa tidak, paham apa tidak bilamana masih ANAK CUCU ADIPATI RONGGOLAWE, SUHU YA TIDAK TAHU. 

NYAI MURTASIMAH (ISTERI PERMAISURI RADEN FATTAH BIN PRA BRAWIJAYA V) BINTI SUNAN AMPEL, ANAK CUCU RADEN FATTAH (KERAJAAN DEMAK BINTORO, NYAI CEPOKO "ISTERI PERMAISURI JAKA TINGKIR", PANGERAN BENOWO BIN JAKA TINGKIR,  NYAI BANOWATI BINTI PANGERAN BENOWO (ISTERI PERMAISURI MAS JOLANG ALIAS PRABU HANYOKRO KUSUMO, SULTAN AGUNG HANYOKRO KUSUMO BIN MAS JOLANG, PANGERAN DIPONEGORO, dll.,"SEMUANYA MERUPAKAN ANAK CUCU JUGA DARI ADIPATI TUBAN RONGGOLAWE". BILAMANA MEREKA TIDAK ADA, MAKA SUHU DAN SELURUH SAUDARA SUHU JUGA TIDAK AKAN ADA TERMASUK SELURUH BANI K.H. SHOLIHUN AFFANDI.

BAGI PARA SEJARAHWAN INDONESIA, RONGGOLAWE DIKENANG SEBAGAI TOKOH PEMBERONTAK YANG GAGAL. NAMUN DI MATA PENDUDUK TUBAN DAN ANAK CUCUNYA, BELIAU DIKENANG SEBAGAI TOKOH PANUTAN DAN SEKALIGUS PAHLAWAN BESAR TUBAN.

H. ABU THOLIB dimakamkan di Sebelah Baratnya SENDANG PUTERI LANJAR MAIBIT, RENGEL. Jaraknya sekitar 1 km dari SENDANG PUTERI LANJAR MAIBIT dan sekitar 6 km dari SENDANG BERON, desa PUNGGULREJO, Kecamatan Rengel.

Ibunda H. ABU THOLIB merupakan salah satu Anak dari PETINGGI/KEPALA DESA di Zamannya yakni Saudara Perempuan dari Kakek Kandung PETINGGI ROHMAT BERON yakni PETINGGI KASTUR yang merupakan Anak Cucu dari EMBAH TOWISO (H. 'ISA THOHA).


DI ANTARA ANAK CUCU ADIPATI RONGGOLAWE YANG PALING MENGGETARKAN INDONESIA ADALAH :
  • APAKAH SUHU MENGGETARKAN ? KAN MASIH ANAK CUCU ADIPATI RONGGOLAWE JUGA ?  
    • "IDIIH, JANGAN DIBANDINGKAN DENGAN SUHU. SUHU HANYA MAMPU BERKISAH SAJA.
    • URUSAN GETAR-MENGETARKAN, BUKAN SUHU YANG MENGGETARKAN, NAMUN JUSTRU SUHU YANG TERGETAR. SUHU HANYA MAMPU MENGGETARKAN MURID-MURID DI SMAN 1 KRAKSAAN. ITUPUN BILAMANA PAS ANAK-ANAKNYA AGAK NAKAL, LALU PASANG MUKA SERAM, PASANG TANDUK KIRI KANAN,  SEKALIGUS PASANG SUARA YANG BERBEDA DARI BIASANYA.

Ayah RONGGOLAWE bernama ARYA WIRARAJA alias BANYAK WIDE (ADIPATI SUMENEP) BIN PENDETA BRAHMANA MANIK ANGKERAN bin PENDETA BRAHMANA SIDI MANTRA DI ERA KERAJAAN DAHA yang berdarah JAWA (Anak Cucu Pendeta Maha Sakti DANGHYANG BAJRASATWA) yang sebelumnya menjadi PETINGGI KERAJAAN SINGOSARI ERA PRABU KERTANEGARA, namun karena terlalu keras memprotes mengingatkan PRABU KERTANEGARA AGAR TIDAK PERLU MEWUJUDKAN IMPIAN NUSANTARA DI BAWAH PANJI-PANJI SINGOSARI, maka akhirnya dijadikan ADIPATI DI SUMENEP

Sedangkan IBUNDA RONGGOLAWE merupakan ANAK CUCU WANGSA ISYANA & CUCU PRABU AIRLANGGA tepatnya PRABU KUDA LALEAN alias PRABU MAHESA TRANDEMAN BIN PRABU ANOM KERTOPATI BIN MAPANJI GARASAKAN BIN PRABU AIRLANGGA (RAJA JENGGALA, KAHURIPAN, SIDOARJO) KALAH PERANG SAUDARA dengan KERAJAAN DAHA, KEDIRI) lalu melarikan diri ke TANAH PASUNDAN dan menjadi RAJA DI PAKUAN PAJAJARAN.

Lalu punya anak dengan nama PRABU BANJARANSARI. Kemudian sebagian Anak Cucu PRABU BANJARANSARI ini melakukan Babad Alas Tanah Jawi sekitar KAMBANG PUTIH (Nama Lama TUBAN) dan RAJA-RAJA TANAH PASUNDAN yang sekaligus berdarah WANGSA SANJAYA (Pemeluk Hindhu) dan SYAILENDRA (Pemeluk Buddha) yang di Zaman  Lampau Saling Bermusuhan Sampek Eleeeek). PRABU SANJAYA bin PRABU BRATASENAWA dengan IBU yang bernama SANNAHA sendiri merupakan Anak Cucu RATU SHIMA di JEPARA (Kerajaan Kalingga) dan RAJA-RAJA PASUNDAN dan sekaligus berdarah SYAILENDRA yang berpusat di KERAJAAN SRIWIJAYA, Palembang. 

Namun rupanya tidak mau mengakui darah SYAILENDRA yang mengalir dalam jiwa raganya karena WANGSA SYAILENDRA telah merampas harkat martabat Raja-Raja JAWA di mana menjadi TANAH JAJAHAN SYAILENDRA dengan kenang-kenangannya yang amat masyhur yakni CANDI  BOROBUDUR. Akhirnya PRABU SANJAYA memproklamirkan diri diri dengan DINASTI BARU yakni WANGSA SANJAYA yang berlanjut ke PRABU AIRLANGGA sampai akhirnya berpadu dengan terah KEN AROK yang selanjutnya muncullah KERAJAAN MAJAPAHIT, KESULTANAN DEMAK, KESULTANAN PAJANG, KESULTANAN YOGYAKARTA, KERAJAAN PAKU ALAMAN dan KESUNANAN PAKU BUWONOAN sampai ke deretan PRESIDEN RI kecuali PRESIDEN SOEHARTO yang dalam SEJARAH ORDE BARU dinyatakan KETURUNAN RAKYAT JELATA yang hakikinya bisa benar bisa salah sebagaimana KISAH KEN AROK. Weleh, weleeeh, ngomongnya lagi nglantur nih. Ohooo, etung-etung MENGENANG SEJARAH INDONESIA gitu loh !



K.H. SHOLIHUN AFFANDI bin K.H. HASAN MUNTHOLIB, MREDEN, MANDIRAJA, BANJARNEGARA, JAWA TENGAH), merupakan sebagian Anak Cucu dari PANGERAN DIPONEGORO BIN SULTAN HAMENGKU BUWONO III (RADEN MAS SUROJO) BIN SULTAN HAMENGKU BUWONO II (RADEN MAS SUNDORO) BIN SULTAN HAMENGKU BUWONO I (PANGERAN MANGKUBUMI alias RADEN MAS SUJANA) BIN PRABU AMANGKURAT IV RAJA KARTASURA (RADEN MAS SURYAPUTRA)  BIN PAKUBUWONO I alias RADEN MAS DAROJAT (PANGERAN PUGER, RAJA KARTASURA III) BIN SUNAN AMNGKURAT I (RAJA TERAKHIR KASULTANAN MATARAM ISLAM) BIN SULTAN AGUNG HANYOKRO KUSUMO aliasRADEN MAS RANGSANG alias RADEN MAS JATMIKO.

Selanjutnya, SULTAN AGUNG BIN PRABU HANYOKROWATI alias MAS JOLANG BIN PRABU DANANG SUTOWIJOYO SENOPATI ING NGALOGO SAYYIDIN PANOTOGOMO (Pendiri dan SULTAN MATARAM ISLAM I) BIN KI AGENG PEMANAHAN BIN BIN KI AGENG HENIS BIN KYAI AGENG SELO BIN KI AGENG GETAS PENDAWA BIN RADEN BONDAN KEJAWAN alias RADEN LEMBU PETENG (DENGAN ISTRI BERNAMA NAWANGSIH BINTI KI AGENG TARUB alias JOKO TARUB) BIN PRABU BRAWIJAYA V MOJOPAHIT.

RADEN ABDUR ROHMAN  yang terkenal KI AGENG SELO PENANGKAP PETIR dan merupakan sebagian GURU JOKO TINGKIR DALAM OLAH KANURAGAN (ANAK CUCU PRABU BRAWIJAYA V MOJOPAHIT) beristrikan NYAI SABINAH  BINTI NYAI AGENG SABA yang merupakan Kakak dari KI AGENG HENIS (ANAK CUCU SUNAN GIRI GRESIK).

K.H. SHOLIHUN AFFANDI memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat dan kuat dengan K.H. BUSYRO SYUHADA bin K.H. SYUHADA bin K.H. MUHAMMAD KHOLIFAH, MREDEN, MANDIRAJA, BANJARNEGARA, JAWA TENGAH (Tokoh Pendiri dan Sekaligus Maha Guru Besar ILMU SILAT TAPAK SUCI yang sangat diandalkan di ORGANISASI MUHAMMADIYYAH dan sekaligus GURU RESMI PENCAK SILAT SEKALIGUS KYAHI DI LINGKUNGAN ISTANA KESULTANAN NGAYOGYAKARTA ERA SULTAN HAMENGKU BUWONO IX. Ibunda K.H. SHOLIHUN AFFANDI merupakan Kakak Tertua dari K.H. SYUHADA dari 8 (DELAPAN BERSAUDARA)

Berarti K.H. BUSYRO SYUHADA sebagai ADIK SEPUPU K.H. SHOLIHUN AFFANDI. Di antara Murid K.H. BUSYRO SYUHADA yang paling terkenal dalam hal Ilmu Pencak Silat  sekaligus Ilmu Agama Islam adalah PANGLIMA BESAR TNI JENDERAL SOEDIRMAN. ٍSUHU sendiri ke Banjarnegara baru 2 (dua) kali.

Selanjutnya, dari persahabatan dan seperjuangan baik ketika di PONPES LANGITAN maupun di tengah-tengah masyarakat RENGEL CITY, maka Kakek Buyut SUHU,"H. ABU THOLIB BIN RONGGO JOYO  BIN EMBAH TOWISO BERON alias HAJI TOHA AL BEROONII AR RONGGOLAAWII" sebagai SUPPORTER DAN DONATUR UTAMA RINTISAN DAN PEMBANGUNAN SERTA PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN BERON yang pada saat ini yakni SAAT PENGISAHAN INI (Rabu, 06 Maret 2013 jam 11.27) sedang VACUUM BERAT DARI TOKOH GENERASI PELANJUTNYA, rupanya garis Takdir Allooh SWT menentukan, pada suatu Detik, Menit, Jam, Hari, Minggu, Bulan dan Tahun yang SUHU TIDAK TAHU. Kok SUHU bisa muncul ke DUNIA kayak ENTE SEMUA bagaimana kisahnya ? 

Singkat kata singkat ceritera, rupanya KYAHI MAKMUR ASY SYIHABYY bin K.H. SHOLIHUN AFFANDI AL MUNTHOLIBYY dinikahkan dengan SITI SYAFUROH binti H. UTSMAN bin H. ABU THOLIB bin RONGGO JOYO BIN EMBAH TOWISO alias H. ISA TOHA AL BEROONII AR RONGGOLAAWII yang pada akhirnya menjadi ORANG TUA KANDUNG SUHU DAN PARA SAUDARA KANDUNG SUHU.

Memang sebagian besar Kakek Nenek Leluhur SUHU merupakan TOKOH-TOKOH BESAR PANUTAN MASYARAKAT DI NUSANTARA INI yang berkualitas tinggi, namun SUHU jangan disamakan dengan mereka DALAM HAL KEMAMPUAN ILMUNYA, KEARIFANNYA, KEBIJAKANNYA , KESABARANNYA, KETOKOHANNYA, DEDIKASINYA, PENGORBANANNYA.  

Bilamana diibaratkan antara SUHU dengan MEREKA,"BAGAIKAN LANGIT DENGAN BUMI. MEREKA LANGITNYA DAN SUHU BUMINYA. MEREKA YA MEREKA. SUHU YA SUHU DENGAN SEGALA KETERBATASANNYA. SUHU DALAM KONDISI PINTAR TIDAK, BUODOH BIN BLOON JUGA TIDAK, BAIK DALAM HAL ILMU AGAMA ISLAM MAUPUN ILMU DUNIAWI, NAMUN SUHU MASIH SANGAT BERSYUKUR KEPADA ALLOOH SWT KARENA TIDAK DALAM KONDISI IDIOT". 

Kembali ke KISAH WAFATNYA PAMANDA KYAHI SOEBAKIR AFFANDI . Akhirnya setelah SHOLAT 'IEDUL ADHAA, sebagian JAMA'AH ramai-ramai SHOLAT JANAZAH dan MENGUBURKANNYA.

Bilamana SUHU banyak mengulas SILSILAH KELUARGA di artikel di atas BUKAN UNTUK :
  1. Pamer Silsilah,
  2. Pamer Darah Biru/Darah Ningrat,
  3. Pamer Darah Kebangsawanan,
  4. Pamer Pangkat dan Jabatan Para Leluhur,
  5. Pamer Status Sosial Keluaga dan Para Leluhur.
Lantas untuk apa ?
  1. Ajang Silaturrahmi Keluarga Besar SUHU,
  2. Ajang Silaturrahmi yang ada kaitan hubungan kekerabatan dekat dengan Keluarga Besar SUHU, 
  3. Bahan instropeksi diri bagi Keluarga Besar SUHU dan yang ada kaitan hubungan kekerabatan dekat dengan Keluarga Besar SUHU, 
  4. Ajang mengambil sisi-sisi positif dan mengikuti jejak Para Leluhur untuk Inspirasi dan Pedoman Hidup serta Semangat Perjuangan  Keluarga Besar dan Para Anak Cucu saat sekarang maupun di masa yang datang agar tetap berjalan DI ATAS "SHIROOTHOL MUSTAQIIM yakni DIINUL ISLAAM",
  5. Biar sesama Keluarga TIDAK KEPATEN OBOR dan Para Anak Cucu Mendatang tidak kehilangan Jejak Leluhurnya,
  6. Gelar Darah Biru/Ningrat tidak jauh bedanya dengan kehidupan Zaman Sekarang terhadap : ORANG-ORANG YANG MEMBANGGA-BANGGAKAN "GELAR PENDIDIKANNYA" misalnya : S.P.d, Drs, Dra, Iinsnyur (Ir), Dokter, Doktor,  Magister Manajemen (MM), Magister Pendidikan (M.Pd), Profesor" 
  7. Gelar Darah Biru/Ningrat tidak jauh bedanya dengan kehidupan Zaman Sekarang terhadap :"MEREKA YANG MEMBANGGA-BANGGAKAN PANGKAT JABATAN PEKERJAANNYA".
  8. Gelar Darah Biru/Ningrat tidak jauh bedanya dengan kehidupan Zaman Sekarang terhadap : "MEREKA YANG MEMBANGGA-BANGGAKAN GELAR KEHORMATAN STATUS SOSIAL KEAGAMAAN" misalnya : USTAADZ, USTAADZAH, KYAHI, IBU NYAI,  TEUKU, BUYA, HAJI, KYAHI HAJI, NYAI HAJJAH, SAYYID, SAYYIDAH. 
  9. Gelar Darah Biru/Ningrat juga tidak jauh bedanya dengan kehidupan Zaman Sekarang terhadap,"MEREKA YANG MEMBANGGA-BANGGAKAN (KEJENIUSAN OTAKNYA,  KETRAMPILANNYA, KEMAMPUAN SPIRITUALNYA, HARTA BENDANYA DAN TAHTANYA". Jadi orang akhirnya ya MENTANG-MENTANG, SUKA MERENDAHKAN MARTABAT ORANG LAIN DAN MENINDASNYA DENGAN JURUS "ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA". Na'uudzu Billaahi Min Dzaalik. Bismillaahi Laa Quwwata Illaa Billaah ... !!!
  10. Yang terjebak dalam DUNIA BANGGA-BANGGAAN DALAM PRAKTEKNYA UMUMNYA TERJEBAK DALAM PRAKTEK "ADIGANG (MERASA PALING TINGGI/HEBAT/TERPANDANG), ADIGUNG (MERASA PALING BESAR NAN AGUNG) DAN ADIGUNA (MERASA PALING BERMANFAAT/BERJASA)" UNTUK SALING MENJATUHKAN SATU SAMA LAIN KETIKA ADA MASALAH ATAU SOLUSI INSTAN SEPIHAK ATAS MASALAH YANG TERJADI ALIAS DIJADIKAN DEKENG MENDEKENG ATAU BACKING MEMBACKING. BILAMANA UNTUK MENEGAKKAN KEBENARAN, KEADILAN, KENYAMANAN, DAN  KEHARMONISAN DALAM RANGKA "TA'AAWANUU 'ALAL BIRRI WAT TAQWAA" SESUAI PETUNJUK ALLOOH SWT DAN ROSULNYA MUHAMMAD SAW,"TENTU SUNGGUH AKAN MELAHIRKAN DAMPAK-DAMPAK POSITIF, MANFAAT DAN BERKAH YANG LUAR BIASA DI ANTARA SESAMA UMMAT MANUSIA", AKAN TETAPI YANG TERJADI JUSTERU SEBALIKNYA, SERINGKALI DIJADIKAN AJANG DEKENG MENDEKENG, BACKING MEMBACKING DALAM "TA'AAWANUU 'ALAL ITSMI WAL 'UDWAAN" DAN JANGAN HERAN MUNCUL PENYAKIT,"ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA". JADINYA, SUKA MENTANG-MENTANG DAN MAINKAN PERAN HUKUM RIMBA,"YANG KUAT SEMAKIN KUAT DAN YANG LEMAH SEMAKIN LEMAH". NA'UUDZU BILLAAHI MIN DZAALIK. ALLOOHU AKBAR !!!
  11. Yang jauh lebih penting,"Peran positif apa yang harus dilakukan setelah menyandang GELAR-GELAR tersebut sehingga berguna bagi Ummat Manusia dan Mahluk Allooh Lainnya baik yang HIDUP maupun yang MATI, yang BIOTIK maupun yang ABIOTIK, baik yang RENEWABLE RESOURCES maupun yang UNRENEWABLE RESOURCES ?",
  12. Yang SUPER JAUH AMAT LEBIH PENTING lagi adalah sejauh mana KADAR DAN LEVEL IMAN TAQWA KEPADA ALLOOH SWT. Monggo, Mari MENGAJI BERSAMA-SAMA DI SINI ... !

Hai Para Saudara Saudariku ... TIDAK PENTING SILSILAH ITU, TOH SEMUA MANUSIA ANAK CUCU KETURUNAN NABI ADAM AS DAN HAWWAA' !!!  BERARTI SEMUANYA KAN KETURUNAN NABI DONG !!!

  • Bilamana dijawab begitu, memang TIDAK SALAH alias BETUL, namun Ya TIDAK ADA KISAH DI DUNIA INI. Ya udah, berhenti habis di situ dah. 
  • Siapapun Manusia di dunia ini, kan masih saudara saudari kita , misalnya di tengah jalan tiba-tiba  dirampok dan tidak kenal siapa mereka. Ya sudah, kok ribet amat. Kasihan dong, mereka kan saudara saudari kita juga,"KASIHKAN SEMUA YANG KITA BAWA".
  • Rumah kita dimasuki Pencuri dan mengambil semua yang kita miliki. Ya udaaah, biaaariiin mereka mengambilnya.Mereka kan saudara-saudari kita juga. Apa begitu ???
  • Kenapa dia Gunung (Krakatau, Galunggung, Merapi) meletus ? Oh, itu semua karena sudah takdir Tuhan Allooh SWT. Kita tidak perlu ribet-ribet membahasnya. Apa demikian ???
  • Mengapa Kapal Terbang itu jatuh hancur dan seluruh orangnya meninggal dunia ? Oh, itu semua karena sudah garis takdir Allooh SWT. Jadi kita tidak perlu membahasnya. Apa begini ???
  • Semua Manusia memang Anak Cucu Adam dan Hawwaa', akan tetapi bilamana sekiranya MANUSIA DI DUNIA INI, TAHU PERSIS GARIS KISAH PERCABANGAN ASAL USUL SILSILAHNYA HINGGA SAMPAI KE NABI ADAM DAN HAWWAA' TENTUNYA AKAN SUNGGUH LUAR BIASA. Apakah gara-gara ini lantas dianggap salah ???
  • Bilamana memelihara Silsilah Keluarga dan terlebih-lebih hanya dipergunakan untuk FASTABIQUL KHOIROOT, hanya untuk TA'AAWANUU 'ALAL BIRRI WAT TAQWAA WA LAA TA'AAWANUU 'ALAL ITSMI WAL 'UDWAAN, SUNGGUH LEBIH BANYAK MANFAATNYA DARIPADA MUDLOROTNYA. Bilamana itu semua dianggap SALAH, tentunya TIDAK AKAN PERNAH MUNCUL INI ... 
  • Silahkan dikaji di sini ... 
  • Yang ini juga dong ...




0 comments:

Post a Comment