-->

Pages

ASMAAUL HUSNAA

Monday, 5 June 2017

Kufur Ni'mat Vs Syukur Ni'mat

Sebagai pengingat diri ini dan keluarga...

*Muhasabah Diri*

Ada seorang fakir miskin melewati jalan di Madinah. Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan daging. Dia pun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging. Dia pulang ke rumahnya dengan hati jengkel.

Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus. Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela. Dia sangat bosan dengan kedelai.

Dia berkata pada istrinya :

*“Bagaimana hidup kita ini...? Orang-orang makan daging, kita masih makan kedelai.”*

Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah terkejutnya, *dia melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumahnya, sambil memungut kulit-kulit kedelai yang tadi ia buang dan memakannya* seraya bergumam :

ﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﻲ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﻮﻝ ﻣﻨﻲ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ

*“Segala Puji bagi Allah _subhanahu wata'ala_ yang telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga.”*

Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia menitikkan air mata, seraya bergumam :
ﺭﺿﻴﺖ ﻳﺎ ﺭﺏ

*"Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa Allah...”*

Rezeki itu yang penting mengalir, besar kecil yang penting ada alirannya. Jangan berharap mengalir seperti banjir, jikalau tak bisa berenang maka bisa tenggelam.

ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ

_*"Sampai kapan engkau sibuk dengan kelezatan, sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yang kau lakukan.”*_

Berkata Ali bin Abi Thalib _radhiyallahu anhu_ :

ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ
_*“Barang siapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke dalam perutnya, maka nilai seseorang tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya"

😎Duluuu.. saya pikir,  rizqi itu berwujud uang, banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan, punya banyak asset disana-sini, Intinya : harta.

Setelah mencari tau apa makna rizqi dalam Islam (sesuai yg tertera dalam alquran dan hadits), ternyata saya salah besar.

Ternyata,
▪Langkah kaki yg dimudahkan untuk hadir ke Majelis 'Ilmu, itu adalah RIZQI.

▪Langkah kaki yg dimudahkan untuk Sholat Berjamaah di Masjid, adalah RIZQI.

▪Hati yang ALLOOH SWT  jaga jauh dari iri, dengki, dan kebencian, adalah RIZQI.

▪Punya Teman-Teman yang Shoolih Shoolihah dan saling mengingatkan dalam Kebaikan, Iimaan, Islaam, Ihsaan & Taqwaa, itu juga RIZQI.

▪Saat keadaan sulit penuh keterbatasan, itu juga RIZQI. Mungkin jikalau dalam keadaan sebaliknya, justru membuat Kita Kufur, Sombong, bahkan Lupa Diri (Daratan, Lautan, Udaraan).

▪Memiliki Orang Tua yang sakit2an, adalah RIZQI , karena merupakan ladang amal Pembuka Pintu Syurga.

▪Tubuh yang sehat, adalah RIZQI. Bahkan saat diuji dengan Sakit, namun tetap Sabar & Syukur itu juga bentuk lain dari RIZQI karena Sakit adalah Penggugur Dosa.

▪dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk-bentuk RIZQI yang tidak Kita sadari ...

_Justru yang harus Kita waspadai adalah ketika hidup berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kebahagiaan, padahal begitu banyak HAK ALLOOH SWT yang tidak Kita tunaikan;_
Itu merupakan bagian dari : *ISTIDROOJ*

ALLOOHU AKBAR !

NA'UUDZU BILLAAHI MIN DZAALIK !

NASRUN MINALLOOHI WA FATHUN QORIIB WA BASYSYIRIL MUKMINIIN ... !

-----------
☕ Semoga Kita diberi kekuatan sehingga mampu berpuasa sampa hari terachir Bulan Suci Romadlon yang menjadikan diri LEBIH (BERIIMAAN, BERISLAAM, BERIHSAAN & BETAQWAA).

BAAROKALLOOHU LANAA FIL CHOIROOTI ABADAN.

0 comments:

Post a Comment