Hidangan Mata

Keterangan: Silahkan ganti tulisan berwarna merah dengan Url alamat blog anda. Pengaturan di atas berfungsi layaknya widget Recent Posts. Jika ingin menampilkan artikel-artikel berdasarkan label tertentu, anda bisa ganti kode false (ditandai warna hijau) dengan label (kategori) pilihan di blog anda. Contoh: tagName:"Kesehatan" 10000 (warna biru) untuk kecepatan pergerakan slider. Anda bisa merubahnya agar lebih cepat atau lebih lambat. Misal ganti menjadi 8000 agar lebih cepat atau 12000 agar lebih lambat, dst. 5. Jika sudah diatur semuanya, silahkan simpan dan lihat hasilnya. Kalau anda menghendaki agar tampilan slider ini hanya muncul di tampilan beranda (home) blog saja, silahkan baca postingan saya berikut ini: Cara Menyembunyikan atau Memunculkan Widget Hanya pada Tampilan Beranda Blog. Demikian. Semoga bermanfaat. Labels: Blogging Thanks for reading Cara Mudah Membuat Slider (Slide Show) Keren di Blog, Cukup Satu Langkah. Please share...!

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

KAMUS PRAKTIS BAHASA 'AROB

Wednesday, 11 October 2017

ANAK DURHAKA MATI MENGENASKAN

*Meneruskan copas dari kawan sebelah  tuk menjadikan renungan dalam  kehidupan bagi kita  selagi masih punya orang tua..'.*

*setelah aku membaca alur ceritanya secara tak sadar air mata membasahi pipi ini..'.*

*Mari kita ikuti dengan seksama dan dalam tempo yg se singkat - singkat'nya..'.*

_Cerita dari negeri jiran kami terjemahkan ulang dalam bahasa Indonesia_ Semoga mudah dipahami.

*ALLOH BAYAR SECARA TUNAI*
_(Wajib baca kalau anda seorang anak manusia)_

*Dikisahkan oleh seorang ustadz dinegeri Jiran (kisah nyata) ..*

Satu hari saya pergi ke satu *Rumah Panti Jompo*. Seorang sahabat meminta bantuan agar saya dapat menyalurkan bantuan kepada orang miskin..

Saya belikan kain sarung, beli roti, dll, saya pun pergi ke Panti Jompo yg saya kenal, tak usah saya sebut namanya.

Saat sampai kendaraan kami di perkarangan Panti Jompo tsb, tiba-tiba ada seorang *ibu tua* berlari dari asrama (panti) mebdekati saya.

_"Ye..ye.. Anak aku datang, anak aku datang, senangnya anak aku datang.."_

Saya tak mengenal beliau siapa, ibu itu memeluk saya, dia cium saya.

Orang tua itu berkata..

_"Nak.. Kenapa tinggalkan ibu disini nak, ibu mau pulang.. Ibu rindu rumah kita.."_

Saya waktu itu.. hampir tak bisa berkata - kata,  Ya Alloh.. Saya coba mengucapkan kata..

_"Bu.....'_

Saya pegang tanganya, saya lihat mukanya, dia bilang..

_"Sampai hati nak, kau tak mengaku aku ni ibu kau.."_

Bisa saya bayangkan, bagaimana perasan beliau begitu rindu pada anak'nya, saya coba berpura - pura, seolah - olah saya anaknya, saya berkata..

_"Bu.. Maafkan saya ya.."_

Saya pegang tangan'nya, saya ajak duduk atas kursi, saya ambil roti, dan saya suapkan ke mulutnya. Tak terasa menetes air mata dipipi..'.

Mencoba bayangkan, hati seorang ibu yang rindu kepada anak'nya, bila kita anak'nya, mengambilkan sepotong roti, kita suapkan kemulutnya, bagaimana perasaan beliau..?. Bagaimana perasan kita..?.

Saya coba usap air matanya yg meleleh dipipi, dia pegang tangan saya, _Subhana Allah_.. Saya bisa merasakan bagaimana perasaan beliau yg begitu rindu kepada anak'nya.

Saat saya hendak pulang, dia pegang kaki saya sambil berkata..'

_"Nak.. Jangan tinggalkan ibu nak, ibu mau balik, ibu mau pulang.."_

Akhirnya saya minta izin dengan pihak pengawas panti di situ. _Melihat data beliau_ ternyata *anaknya ada 5 orang*. Yang paling besar bergelar *Tan Sri*, orangnya memang kaya, punya nama besar, dan hebat orang'nya.

Waktu saya izin pulang, dia pegang baju saya, dia bilang mau ikut saya pulang, saya bilang "di mobil ada banyak barang", "tak apa kata ibu itu, saya duduk sama barang - barang, itu"..

Akhirnya saya izin ke pengelola panti untuk membawa ibu itu selama 5 hari saja..'.

Pulang ke rumah saya, Sholat Subuh saya jadi *Imam* dia *makmum* di belakang, saya baca doa, saya tengok air mata beliau jatuh. Selesai doa saya salami beliau, saya cium tangan'nya, saya bilang..'

_"Bu.. Maafkan saya ya.."_

Waktu itu, saya tak membayangkan kalau ibu saya sudah meninggal, tapi saya bayangkan ibu ini adalah ibu saya, sebab dia rindu pada anak -anakny.

Di *hari ketiga* di rumah saya, waktu Sholat Isya', selesai doa saya salami beliau, dia lapisi tangan'nya dengan kain mukena-nya, dia salam.

Saya bilang..

_"Bu.. Kenapa ibu lapisi tangan ibu..?, dua hari yg lalu ibu salam, ibu tak lapisi tangan ibu dengan saya. Kenapa hari ini ibu lapisi tangan..?"_

Dia bilang..

"Ustaz.. Kau bukan anak saya kan.."_

_Subhanaallah_.. Tiba - tiba dia sebut nama saya *"Ustaz"*. Saya bilang..

_"Kenapa ibu panggil saya ustaz..?. Saya anak ibu.."_

Dia berkata..

_"Bukan.. Kalau anak saya dia tak akan seperti ini, kalau anak saya dia tak akan jadi *imam* saya, kalau anak saya dia *tak akan suap* saya makan.."_ 😢

Bayangkan sahabat - sahabat bagaimana perasaan ibu ini, spontan saya pegang dia, saya peluk dia, saya menangis, saya bilang..

_"Bu.. Walaupun bukan ibu saya tapi saya sayang ibu seperti ibu saya.."_.

Saya pegang tangan ibu ini.. Walaupun bukan ibu saya tapi saya tahu *hatinya sangat rindu dekat dengan anaknya*, waktu itu saya pandang wajahnya, saya bilang..

_"Bu.. Walaupun ibu saya telah tiada, tapi ibu boleh ganti menjadi ibu saya, ibu duduklah di sini.."_.

Saat makan, saya suapkan nasi ke mulutnya, dia muntahkan balik makan dari mulutnya..,

saya tanya..

_"Kenapa bu..?"_

Tiba - tiba saya lihat wajahnya pucat, saya angkat dia, panggil ambulan antar ke rumah sakit.

Waktu di RS, saya ambil kepalanya dan saya rebahkan ibu ini, dia pegang tangan saya dia berkata..

_"Ustaz.. Kalau saya mati, tolong jangan beritahu sorang pun anak saya, kalau saya sudah mati, jangan beritahu mereka di mana makam saya, kalau mereka tau di mana kubur saya, jangan izinkan dia pegang batu nisan saya.."_.

saya pegang beliau saya berkata..

_"Bu.. Jangan ngomong seperti itu, bu.."_.

Isteri saya menangis di sebelah, anak saya menangis di sebelah memegang dia. Kami pegang dia..

_"Bu.. Jangan ngomong seperti itu, bu.."_.

Dia geleng kepala, rupa - rupanya itulah saat penghujung hayatnya, akhirnya dia pun meninggal di atas ribaan saya di rumah sakit itu.

Dia meninggal dalam pelukan saya, saya doakan *Ibu Hajjah Khalijah* ini ruh'nya mudah -mudahan bersama _Salafusoleh_.

Sahabat, bila kita masih ada ibu tolonglah *taat* pada ibu kita, *jangan durhaka* pada ibu kita, *jangan tinggalkan dia* di Panti Jompo, saat ibu kita sakit kita *jaga* dia, *pijat - pijat kepala dan kaki* ibu kita..

sahabat - sahabat coba tanya ibu kita..

_"Bagaimana penderitaan ibu saat mengandung saya dulu..?. Bagaimana sakitnya ibu saat melahirkan saya dulu..?"_.

Tanya ibu kita sahabat - sahabat sekalian.. Kalau kita tanya sudah tentu air mata ibu kita akan jatuh, karena itu sahabat - sahabat *suapkanlah makanan* pada ibu kita..

Sahabat - sahabat semua.. Selepas wafatnya ibu ini, ternyata berita kematiannya sampai juga kepada anaknya yang sulung, anak dia terus telefon saya..

Apa anaknya bilang pada saya..

_"Saya akan bawa anda ke pengadilan, Saya akan tuntut anda *telah membawa keluar ibu saya dari dari Panti Jompo*"_..

3 tahun dia titipkan ibunya di Panti, dia tak pergi lihat, sebab itu ibunya rindu *hingga ibu itu tak bisa membedakan saya dengan anaknya*..

Akhirnya saya tunggu, tunggu punya tunggu tidak ada kabar hampir setahun lebih. Saya pergi ceramah di *Masjid di daerah pecinaan*, selesai saya ceramah datang seorang lelaki memeluk saya.

Menangis dalam masjid, orang dalam masjid heran, ada apa ini, saya tanya pada dia..'

_"Pak, ada apa ini..? Ada masalah apa..?"_.

Dia berkata dalam keadaan menangis..

_"Ustaz.. Tolong kasi tahu di mana makam ibu saya ustaz..?. Tolong kasi tahu di mana kubur ibu saya..?"_..

Saya bilang..

_"Kenapa hari ini baru tanya kubur ibu kamu..?"_..

Dia bilang..

_"Tolonglah ustaz.. Saya mau jumpa ibu saya ustaz, sayalah orang yang bergelar *Tan Sri* yang mau menuntut ustaz saat itu.. Saya sekarang ini *sudah bangkrut* ustaz, *isteri saya mati* kecelakaan, *rumah disita* bank, *mobi mewah* saya *semua dah disita bank*, tinggal satu saja, motor tua itu.."_.

Saya berkata..

_"Saya bisa tunjukkan makam ibu kamu, tapi dengan *satu syarat*, kamu *jangan pegang batu nisan* ibu kamu.."_.

Sampai di pemakaman, tak sempat saya turun dari mobil, dia turun duluan, *saya lihat didepan mata saya sendiri* dia _*jatuh tersungkur tangan nya menjadi hitam, mulutnya tertarik sebelah*_ yang tadi awalnya tangan dan mulutnya baik - baik saja, sambil memanggil -manggil..

_"Ibu.. Ibuuu... Ibuuuu.."_.

Tiba-tiba saya angkat dia tak jauh dari makam ibunya _*belum sampai ke kubur ibunya, dia dah hembuskan nafas terakhir*_ disamping makam ibunya..

_Allahu Akbarrrrrrrrrrrrr..._

Mengucap panjang saya.. Alloh SWT tunjukkan kepada saya, dikehidupan ini *balasan anak yang durhaka pada ibu dan ayahnya*.

Semoga kisah ini menjadi pelajaran di luar sana, ambillah *iktibar* dari kisah di atas.

_"Dan apabila *mata ibumu sudah tertutup* maka *hilanglah satu keberkatan disisi Alloh*, yaitu doa seorang ibu"_

C&P.. (diterjemahkan kembali:Melwin)

Monday, 9 October 2017

KE MANAKAH BEKAS AIR MANDI JASADNYA ROSUULULLOOH S'AW

*Kemanakah Perginya Air Bekas Memandikan Jasad Rasulullah?*

Pada kisaran tahun 90-an, dalam sebuah Muktamar Tingkat Dunia yang diselenggarakan di Mesir, muncul pertanyaan dari Syeikh Mutawwali Asy-Sya'rawi tentang kemanakah perginya air bekas memandikan jasad Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam. Semua peserta Muktamar yang merupakan para ulama perwakilan dari berbagai negara itu tak ada yang mampu menjawab.
karena pertanyaan tersebut menarik dan belum pernah dibahas dalam sejarah Islam sebelumnya, maka sang pimpinan Muktamar meminta waktu untuk mencari jawaban tersebut. Beliau berkata bahwa besok beliau akan menemukan jawabannya. Sepulangnya dari Muktamar, sang pimpinan langsung masuk ke perpustakaan dan membuka seluruh kitab yang ada guna mencari jawaban dari pertanyaan tersebut. Namun setelah semua kitab dibuka, tak ada satupun kalimat yang membahas pertanyaan tersebut. Karena kelelahan, akhirnya beliau tertidur.
Saat tidur itulah beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam yang sedang bersama seorang pembawa lentera. Bak pucuk dicinta ulam pun tiba, beliau menggunakan kesempatan tersebut untuk meminta jawaban yang dicarinya langsung kepada Rasulullah. Rasulullah memberi isyarat agar beliau bertanya kepada pemegang lentera disampingnya. "Tanyalah kepada Shohibul Qindil (Lentera)." Shohibul Qindil menjawab, "Air tersebut naik ke langit dan turun kembali ke bumi bersama hujan. Setiap tanah yang dijatuhi air tersebut, maka di kemudian hari akan didirikan sebuah masjid."
Keesokan harinya, berdirilah sang pemimpin Muktamar untuk memberikan jawaban tentang perginya air bekas memandikan jasad Rasulullah. Semua yang hadir terkagum-kagum. Syeikh Mutawwali yang mengajukan pertanyaan tersebut, bertanya lagi, "Darimana engkau mengetahuinya?" Sang pimpinan Muktamar menjawab, "Dari seseorang yang saat itu sedang bersama Rasulullah dalam mimpiku semalam." Syeikh Mutawwali bertanya lagi, "Apakah ia membawa Qindil?" "Bagaimana engkau tahu?" Tanya balik sang pimpinan. "Karena akulah Shohibul Qindil tersebut." Jawab Syeikh Mutawwali.
Kisah ini amat masyhur di kalangan ulama, terlebih di Mesir. Sekalipun banyak saksi mata yang menyaksikan langsung peristiwa ini, namun ulama-ulama dari kelompok Wahabi yang kala itu hadir juga, sedikitpun tidak mempercayai kisah ini, kecuali Syeikh Umar Abdul Kafi. Beliau mengatakan bahwa dirinya telah banyak melihat berbagai karamah dalam diri Syeikh Mutawwali Asy-Sya'rawi, namun beliau enggan mengakuinya karena keyakinan yang dianutnya (faham Wahabi) menolak adanya karamah.Tapi untuk kali ini, Allah telah menumbuhkan keyakinan dalam dadanya, sehingga beliau termasuk orang yang mempercayai kisah ini. Beliau kemudian keluar dari Wahabi dan masuk ke dalam faham Ahlussunnah Wal Jama'ah......

أزهر تي في اغرب ماسمعته عن الشيخ الشعراوى فى يوم من الايام كان هناك مؤتمر قمه اسلامي برئاسة أحد المشايخ وعلماء الدين وتم دعوة الشيخ الشعراوي لحضور المؤتمر وكانت مدته اسبوع تقريبا فوافق الشيخ الشعراوي وأعد نفسه وتهيأ لحضور المؤتمر واذا بأول جلسات المؤتمر ورأي الشيخ الشعراوي أن رئيس المؤتمر راي فى نفسه مالا قد يكون موصوفا به فعلا فقد رأه يتمتع بنوع من الغرور بالعلم وزيادة المعرفة فصعد الامام الشعراوى الى المنصة وقال سوف أطرح عليكم سؤالا وأريد منكم أجابتة ؟ السؤال : أين ذهب ماء غسل الرسول (ص) بمعنى الماء الذى غسل به الرسول صلى الله عليه وسلم عند وفاته ولكن حين طرح السؤال فلم يجب أحد الكل صامت .۔ الكل لا يتحدث رئيس المؤتمر تنتابه دهشه وذهول كيف لا اعرف اجابة هذا السؤال ولكن خرج رئيس المؤتمر من هذا الموقف برد للشيخ الشعراوي وقال له اعط لنا فرصة لنجاوبك فى جلسه الغد ان شاء الله وذهب رئيس المؤتمر الى بيته لم يفعل شيئا سوى أن دخل على مكتبته الخاصة يبحث ويقرأ ويفتش عن اجابه ذلك السؤال الذي صمت أمامه الجميع استغرق رئيس المؤتمر وقتا طويلا فى البحث حتى تم انهاكة من التعب والمجهود ولم يلقي شيئا حتى استغرقة النوم على كتاب كان يقرأه وبينما هو نائم واذا برسول الله (ص) يأتيه فى رؤيه وكان بجانبه رجل يحمل قنديلا ( القنديل يعنى شيىء مضيئ للاناره وخلافة ) فذهب رئيس المؤتمر مسرعا الى رسول الله وقال له يا رسول الله أين ذهب ماء غسلك ؟ فأشار الرسول (ص) الى حامل القنديل بجانبه فرد حامل القنديل وقال : ماء غسل الرسول تبخر وصعد الى السماء وسقط على هيئه أمطار وكل قطره بنى مكانها مسجد۔ بمعنى أن كل قطره من ماء غسل الرسول بنى بها مسجد باعتبار ما كان واعتبار ما سوف يكون استيقظ الرجل من نومه فى غايه السعاده لانه عرف الاجابة التى سوف تبيض وجهه فى مؤتمر الغد وفى اليوم التالى ذهب الى المؤتمر وانتظر الى يسأل الشيخ الشعراوي عن اجابه السؤال ولكنه لم يسأل ؟ وفى نهاية المؤتمر لليوم الثاني قام رئيس المؤتمر وقال للامام لقد سألت سؤالا بالامس فهل تود أن تعرف الاجابة فرد الشعراوي : وهل عرفت اجابته قال : نعم قال الشعراوي : فأين ذهب ماء غسل الرسول اذا ؟ قال رئيس المؤتمر : ماء غسل الرسول تبخر وصعد الى السماء ونزل على هيئة أمطار وكل قطرة بنى مكانها مسجد۔ قال له الشيخ الشعراوي : وكيف عرفت الاجابة قال رئيس المؤتمر : جاءنى رسول الله (ص) فى رؤية قال الشعراوي : بل أجابك حامل القنديل فذهل الرجل واندهش ورد قائلا للامام : كيف عرفت ذلك؟ فرد الشعراوي ردا لم يكن متوقعا أدهش وأذهل الجميع قائلا : فأنا حامل القنديل

راوي القصة هو رئيس المؤتمر نفسه

#CoPas - Kiriman GROUP WA - Belum tahu sumber aslinya.

Friday, 15 September 2017

*SEUNTAI DO'A PAGI*

Yaa Allah ...
Ya Rahman..
Ya Rahim...
Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami...
Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya...

Bila kelopak mata kami.... masih dapat terbuka,
Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran...

Bila mulut kami masih diizinkan berucap,
Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran...

Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah,
Hantarkanlah ke tempat2 yg menjadi ibadah kami....

Bila tangan kami masih dapat digerakkan,
Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan  bagi orang lain...

Bila matahari masih diperkenankan menyentuh  raga ini,
Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan  tubuh kami..

Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami.....
Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya...

Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami,
Datangkanlah dalam jumlah yg banyak bagi kami,yg halalan thoyiban dari segala arah...
Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan...

Yaa Allah...Ya Rabb...
Bila keluarga dan saudara2ku disini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami...
Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yg penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu.
Angkat dan hilangkanlah segala penyakit keluarga dan saudara2ku ini... gantikanlah dgn kesehatan yang sempurna serta berikanlah  sisa usia yang penuh manfaat dan barokah...

*Aamiin Yaa Rabbal 'aalamiin*
*

Pitutur Jowo

*🍃🍃PITUTUR UAAPPPPIKK TENAAANNN🍃🍃*

*❤💖Wong Nrimo, Uripe Dowo 💕*
*❤💖Wong Sabar, Rejekine Jembar 💕*
*❤💖Wong Ngalah, Uripe bakal Berkah💕*

*💧💙Sopo sing Jujur, uripe Makmur🌷*
*💧💙Sopo sing Suloyo, uripe Sengsoro🌷*
*💧Sopo sing Sombong, amale bakal Kobong🌷*
*💧💙Sopo sing Telaten, bakal Panen🌷*

*🎈💛Ojo podo Nggresulo, mundak gelis Tuwo🍁*
*🎈💛Sing wis Lungo, Lalekno*
*🎈💛Sing durung Teko, Entenono🍁*
*🎈💛Sing wis Ono, Syukurono🍁*
*🎈💛Iki pituture wong tuwo, ojo nganti lali, eling-elingono lan lakonono..🍁*

*🌺💕Sehat kuwi yen 💕🌺*:
*🔸Awake waras,💋*
*🔹Nduwe beras,💋*
*🔸Utange lunas,💋*
*🔹Mangan enak..💋*
*🔸Turu kepenak..💋*
*🔹Ngibadah jenak..💋*
*🔸Tonggo semanak..💋*
🔹 *Keluarga cedhak..💋*
*🔸Bondo cemepak..💋*
*🔹Suwargo mbukak..💋*
*🔸Sedulur grapyak..💋*
*🔹Ono panganan ora Cluthak..💋*
*🔸Ketemu konco grapyak💋*
*🔹Ora seneng nggetak-nggetak💋*
*🔸Gaweane ora mung macak💋*
*🔹Opo maneh mung mencak-mencak💋*
*🔸Karo konco yo semanak💋*
*🔹Omongane ora tau sengak💋*
*🔸Di rungokke yo kepenak .💋*

🍄🌴🌸🥀🎋🌼🌻

Dialog Tanah Dengan Emas

Untuk kita renungkan:

*Sebongkah emas bertemu dengan sebongkah tanah*

● _Emas berkata pada tanah, “Coba lihat pada dirimu, suram dan lemah, apakah engkau memiliki cahaya mengkilat seperti aku.......?_
_Apakah engkau berharga seperti aku....... ?”_

● _Tanah menggelengkan kepala dan menjawab, “Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon, bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yg lain, apakah kamu bisa....... ?”_

*Emas pun terdiam seribu bahasa......*

Dlm hidup ini banyak orang yang seperti emas, berharga, menyilaukan tetapi tdk bermanfaat bagi sesama.

Sukses dlm karir, rupawan dlm paras, tapi sukar membantu apalagi peduli.

Tapi ada juga yg seperti tanah. Posisi biasa saja, bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapanpun.

*_Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain._*

*_Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi banyak orang, barulah kita benar- benar bernilai._*

Apalah gunanya kesuksesan bila itu tidak membawa manfaat bagi sesama terutama yang papa.

Apalah arti kemakmuran bila  tidak berbagi pada yg membutuhkan.

Apalah arti kepintaran bila tidak memberi inspirasi di sekeliling kita.

Karena hidup adalah proses, ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita menerima.

*Semoga bermanfaat*

Kisah Dua Bersaudara Yang Saling Ringankab Beban Kehidupan

*Cerita ini agak panjang tapi sangat bermanfaat dibaca disore ini*...

*Kisah Sederhana Disebuah desa yg subur, hiduplah 2 lelaki bersaudara.*
 
*Sang kakak telah berkeluarga dgn 2 org anak, sdgkan si adik masih melajang.*

*Mrk menggarap satu lahan berdua dan ketika panen, hasilnya mrk bagi sama rata.*

*Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir. "pembagian ini sungguh tdk adil, sehrsnya kakakku lah yg mendpt bagian lbh banyak krn dia hidup dgn istri dan kedua anaknya.*

*"Maka dimalam yg sunyi itu diam2 dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya dilumbung padi milik kakaknya".*
💧
*Ditempat yg lain, sang kakak juga berfikir, "pembagian ini adil jika adikku mendpt bagian yang lbh banyak, krn ia hidup sendiri, jika terjadi apa2 dgnnya tak ada yg mengurus, sdgkan aku ada anak dan istri yg kelak merawatku."*

*Maka sang kakak pun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dgn diam2 ke lumbung milik sang adik.*

*Kejadian ini terjadi bertahun-tahun.*

*Dlm benak mrk ada tanda tanya, knp lumbung padi mrk spt tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?*
🍂
*Hingga disuatu malam yg lengang setelah panen, mrk berdua bertemu ditengah jalan.*

*Masing2 mrk menggotong satu karung padi.*

*Tanda tanya dlm benak mrk terjwb sudah, seketika itu juga mrk saling memeluk erat, mrk sungguh terharu berurai air mata menyadari betapa mrk saling menyayangi.*

*Beginilah sehrsnya kita bersaudara...*

*Jgn biarkan Harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi perekat yg teramat kuat diantara* *saudara.*

*Allah telah menanamkan cinta pd hati mrk yg mau lelah memikirkan nasib saudara2 mrk.*

*Allah tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan org lain.*

*Allah tak akan menyusahkan kita yg selalu berusaha membahagiakan org lain...!*

*Bagikanlah renungan ini kpd siapa pun yg engkau jumpai agar kita dpt belajar  buah* *Persaudaraan, baik dlm Keluarga, ditengah Masyarakat maupun dalam  Pertemanan.*

*Sugeng sonten sedulur selamat istirahat*
*Semoga selalu sehat*

Monday, 14 August 2017

7 Kelompok Manusia Dalam Naungan ALLOOH SWT

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.
1. Imam (pemimpin) yang adil.

2. Pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya.

3. Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid.

4.  Dua orang yang saling mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.

5. Dan seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan: “Sungguh aku takut kepada Allah.”

6. Seseorang yang bershodaqoh lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.

7.   Dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, II/143 – Fat-h, dan Muslim, no. 1031).