Hidangan Mata

Keterangan: Silahkan ganti tulisan berwarna merah dengan Url alamat blog anda. Pengaturan di atas berfungsi layaknya widget Recent Posts. Jika ingin menampilkan artikel-artikel berdasarkan label tertentu, anda bisa ganti kode false (ditandai warna hijau) dengan label (kategori) pilihan di blog anda. Contoh: tagName:"Kesehatan" 10000 (warna biru) untuk kecepatan pergerakan slider. Anda bisa merubahnya agar lebih cepat atau lebih lambat. Misal ganti menjadi 8000 agar lebih cepat atau 12000 agar lebih lambat, dst. 5. Jika sudah diatur semuanya, silahkan simpan dan lihat hasilnya. Kalau anda menghendaki agar tampilan slider ini hanya muncul di tampilan beranda (home) blog saja, silahkan baca postingan saya berikut ini: Cara Menyembunyikan atau Memunculkan Widget Hanya pada Tampilan Beranda Blog. Demikian. Semoga bermanfaat. Labels: Blogging Thanks for reading Cara Mudah Membuat Slider (Slide Show) Keren di Blog, Cukup Satu Langkah. Please share...!

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

KAMUS PRAKTIS BAHASA 'AROB

Friday, 30 June 2017

Kisah Lahirnya Istilah Halaal Bi Halaal

Perlu di ketahui :

Penggagas istilah "halal bi halal" ini adalah KH Abdul Wahab Chasbullah. Ceritanya begini: Setelah Indonesia merdeka 1945, pada tahun 1948, Indonesia dilanda gejala disintegrasi bangsa. Para elit politik saling bertengkar, tidak mau duduk dalam satu forum. Sementara pemberontakan terjadi dimana-mana, diantaranya DI/TII, PKI Madiun. <>

Pada tahun 1948, yaitu dipertengahan bulan Ramadhan, Bung Karno memanggil KH Wahab Chasbullah ke Istana Negara, untuk dimintai pendapat dan sarannya untuk mengatasi situasi politik Indonesia yang tidak sehat. Kemudian Kiai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan Silaturrahim, sebab sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri, dimana seluruh umat Islam disunahkan bersilaturrahmi.

Lalu Bung Karno menjawab, "Silaturrahmi kan biasa, saya ingin istilah yang lain".

"Itu gampang", kata Kiai Wahab. "Begini, para elit politik tidak mau bersatu, itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturrahmi nanti kita pakai istilah 'halal bi halal'", jelas Kiai Wahab.

Dari saran Kiai Wahab itulah, kemudian Bung Karno pada Hari Raya Idul Fitri saat itu, mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturrahmi yang diberi judul 'Halal bi Halal' dan akhirnya mereka bisa duduk dalam satu meja, sebagai babak baru untuk menyusun kekuatan dan persatuan bangsa.

Sejak saat itulah, instansi-instansi pemerintah yang merupakan orang-orang Bung Karno menyelenggarakan Halal bi Halal yang kemudian diikuti juga oleh warga masyarakat secara luas, terutama masyarakat muslim di Jawa sebagai pengikut para ulama. Jadi Bung Karno bergerak lewat instansi pemerintah, sementara Kiai Wahab menggerakkan warga dari bawah. Jadilah Halal bi Halal sebagai kegaitan rutin dan budaya Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang.

Kalau kegiatan halal bihalal sendiri, kegiatan ini dimulai sejak KGPAA Mangkunegara I atau yang dikenal dengan Pangeran Sambernyawa. Setelah Idul Fitri, beliau menyelenggarakan pertemuan antara Raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana.

Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri. Kemudian budaya seperti ini ditiru oleh masyarakat luas termasuk organisasi keagamaan dan instansi pemerintah.akan tetapi itu baru kegiatannya bukan nama dari kegiatannya. kegiatan seperti dilakukan Pangeran Sambernyawa belum menyebutkan istilah "Halal bi Halal", meskipun esensinya sudah ada.

Tapi istilah "halal bi halal" ini secara nyata dicetuskan oleh KH. Wahab Chasbullah dengan analisa pertama (thalabu halâl bi tharîqin halâl) adalah: mencari penyelesaian masalah atau mencari keharmonisan hubungan dengan cara mengampuni kesalahan. Atau dengan analisis kedua (halâl "yujza'u" bi halâl) adalah: pembebasan kesalahan dibalas pula dengan pembebasan kesalahan dengan cara saling memaafkan.

Wallahul Muwafiq ila Aqwamith Thoriq

Thursday, 29 June 2017

*Doa Malaikat untuk yang Mencari Nafkah dan Rajin Sedekah*

Doa Malaaikat itu doa yang mustajab. Di antara doanya, Malaaikat akan mendoakan yang memperhatikan Nafkah Keluarga dan gemar sedekah agar mendapatkan ganti dan memperoleh keberkahan.

Dari Abu Huroiroh, ia berkata bahwa NABII MUHAMMAD S'AW bersabda :

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Wahai ALLOOH ... berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Wahai ALLOOH ... berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Buchoorii no. 1442 dan Muslim no. 1010).

Tuesday, 27 June 2017

Para Guruku ... Terimalah Sungkem Muridmu Ini ... !

Guruku di hari nan fitri

Seandainya mudik anda menemui guru-guru anda saat anda dulu sekolah di SD atau SMP? Bilahkah_sungkeman_ atau mungkin berbagi dengannya?

_Sukemlah_ dengan guru-gurumu di Kampungmu saat kau mudik kesana
saat mereka masih ada !
Pasti mereka akan merasa bangga dan bahagia
dikunjungai dan dihargai kebaikannya.
Luangkan  waktumu  walau sesaat. Pasti berharga buat mereka dan kita.

Saat bertemu gurumu jangan lupa minta doa dan ridhonya tentunya maafnya, karena mungkin dulu sempet berbuat ulah saat jadi muridnya

Guru-guru kita saat sekarang sudah tua renta dan tak muda lagi seperti dulu saat ia mentasbihkan ilmunya kepadamu.

_Kunjungi _ ia, dan berbagilah untuknya
Ia telah mengukirmu hingga kau kini menjadi orang-orang hebat.

Menghormati guru adalah perintah agama jika ilmu seoramg murid ingin berkah ilmunya.

Maka hormatiah Gurunya
Jika kau membangkang
Pada guru jangan harap mendapat keberkahan ilmunya.

Profersi guru bukanlah profesi yang gampang.
Satu guru yang baik bisa jadi akan menghasilkan sejuta orang baik.

Satu guru jujur bisa jadi menghasilkan sejuta orang jujur.

Maka banggalah dengan profesi guru, 
karena bisa jadi ia yang akan menghantarkanmu ke dalam surganya Alloh

Terima kasih guruku, di hari yang fitri ini, kumohon maaf lahir dan batin

Saturday, 24 June 2017

Apa Yang Dilakukaan Saat Mudik Lebaran ?

*_Nasehat mudik balik ndeso jenguk ibu atau mertua_*
_tolong diugemi, perhatikan dan catet....!!!_

1. *Ibu/Mertua bukan org yg kerja di toko kue*, _jadi bawa sendiri kue buat kalian dan anak2 kalian ya_ ...

2. *Ibu/Mertua bukan org yg kerja di hotel*...sekali lagi Hotel ! Jadi _beresin sendiri tempat tidur kalian dan anak kalian masing2 yaa_...

3. Rumah Ibu/Mertua *bukan TAMAN BERMAIN, bukan juga TPA* ( Tempat Penitipan Anak), _Jgn seenaknya nitip anak2 ke Ibu/Mertua, sementara kalian enak2an jalan2 di kampung halaman_.

4. Ibu/Mertua *bukan org yg kerja di Laundry* catet ...! _baju cuci sendiri_ !!

5 Rumah Ibu/Mertua *bukan Rumah Makan* apalagi Restoran yg segalanya disediain ...enak aja, _abis makan cuci piring sendiri_...! Mau makan ?? ya bantu masak dong di dapur ...

6. Rumah Ibu *bukan Foto Studio*, sementara _Ibu sibuk melayani kalian,  kalian juga sibuk selfie sana sini_...

7. Sebelum balik ke rumah, *kasih duit dong  Ibu/mertua, sak pelit2 yo sing pantes  paling ora 500 ribu sd 1 juta*, _gantiin ongkos bumbu dapur, buah2an yg diambil di kebon, listrik, gas, jangan cuma makasih doang_...

Eits... belum selesai ....! *_Sblm pulang, bersih bersih rumah dulu_*, jgn sampe dibilang anak jorok sm mertua, malu kaaan ???

Selamat Lebaran di kampung halaman, *_salam buat Ibu/Mertua yaa_*..

😄😆😀😂😂😂

Sunday, 18 June 2017

Hafizh Cilik Ini Menangis Saat Sambung Ayat

*Hafizh Cilik Ini Menangis Saat Sambung Ayat, Alasannya Bikin Kita Merinding*

Dalam sebuah kompetisi hafizh, seorang hafizh cilik menangis saat sambung ayat. Awalnya ia begitu lancar meneruskan ayat demi ayat, namun di satu ayat, ia menangis sesenggukan. Bukan karena tidak hafal.

Salah seorang juri membacakan surat Al Jumu’ah ayat

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا

Dengan lancar, hafizh cilik ini meneruskan ayat tersebut

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (5) قُلْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِنْ زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاءُ لِلَّهِ مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (6) وَلَا يَتَمَنَّوْنَهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ (7) قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَة

Sampai di situ ia berhenti. Sebenarnya sejak mulai ayat kedelapan ini ia sudah menahan tangis. Dan tangis itu tak bisa ditahan ketika sampai pada “tsumma turadduuna ilaa ‘aalimil ghaibi wasy syahaadah” (kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata).

Cukup lama ia menangis hingga membuat salah satu juri ikut berkaca-kaca. Lalu ia menuntaskan ayat itu.

إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Ayat 8 Surat Al Jumu’ah inilah yang membuatnya menangis.

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kami lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”
(QS. Al Jumu’ah: 8)

Rupanya bocah sekecil itu tidak hanya hafal Al Quran namun juga memahami isinya dan mentadabburinya. Sehingga ketika ia membaca ayat yang menjelaskan tentang kematian dan apa yang akan terjadi setelah mati, ia tak kuasa menahan tangisnya.

SURAT PERPISAHAN ROMADLON 2017

*"SURAT PERPISAHAN"*

```Saudaraku,
Aku akan pulang...

Sudah di hari ke-20 aku bertamu, namun seringkali aku ditinggal sendirian.

Walau sering dikatakan istimewa namun perlakuanmu tak luar biasa.

Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh...

Alquran hanya dibaca sekilas, kalah dengan update status smartphone dan tontonan.

Shalat tak lebih khusyu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.

Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanjaan.

Malam dan siang mu tak banyak dipakai berbuat kebajikan, kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadhan.

Tak pula banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.

Saudaraku, aku seperti tamu yang tak diharapkan. Hingga, sepertinya tak kan menyesal kau kutinggalkan.

Padahal aku datang dengan kemuliaan, seharusnya tak pulang dengan kesiaan.

Percayalah, Aku pulang belum tentu kan kembali datang...
Sehingga seharusnya kau menyesal telah menelantarkan.

Masih ada "9" hari kita bersama,
Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pulang...

"Karena TIDAK ADA JAMINAN umurmu akan bertemu lagi, di Ramadhan yg akan datang"

Saudaramu,
RAMADHAN ```

Tuesday, 13 June 2017

Mungkinkah Pergi Haji Dari Indonesia ke Makkah Al Mukarromah Dengan Cara Berjalan Kaki ?

MAN JADDA WAJADA !

*LUAR BIASA*

*Jalan Kaki Indonesia-Mekkah*

Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga dunia

Jalan Kaki Indonesia-Mekkah, Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga Timur Tengah
Selasa, 23 Mei 2017 18:54
GRID.ID - Mochammad Khamim Setiawan (28) bukan siapa-siapa.
Bukan orang kaya atau orang penting di negeri ini.
Dia hanyalah pemuda biasa asal Pekalongan.
Tapi keberanian dan semangatnya, sampai membuat orang luar negeri terbengong-bengong.

Ya, nama Mochammad Khamim Setiawan tiba-tiba nongol di media yang berbasis di Dubai, Khaleejtimes.

Luar biasa dan mengharukan.

Dia bertekad naik haji dengan jalan kaki, dari Pekalongan ke Arab Saudi!

Khamim memulai perjalanannya dari Pekalongan pada 28 Agustus 2016 lalu.

Ia melewati berbegai negara dengan berjalan kaki.
Jalan Kaki Indonesia-Mekkah, Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga Timur Tenga
Tentu saja, terkecuali menyeberangi lautan atau selat, yang tak mungkin dilakukannya tanpa naik ferry atau kapal.
Istirahat di masjid, menumpang di rumah orang yang bermurah hati, sampai bermalam di hutan sudah biasa ia lakukan.
Tak disangka, usahanya yang terkesan mustahil itu, tak lama lagi membuahkan hasil.
Pada 19 Mei 2017, ia telah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat arab.
Kepada Khaleej Times, Khamim menceritakan perjalanannya.
Khamim meyakini bahwa berjalan kaki adalah keutamaan dalam menunaikan ibadah haji.

Ini yang menjadikan alasan baginya untuk melakukan perjalanan dahsyat ini.

Menguji kekuatan fisik dan spiritual merupakan alasan utamanya untuk berjalan kaki.

Yang luar biasa lagi, selama perjalanan, Khamim menjalankan ibadah puasa setiap hari.
Kebiasaan berpuasa setiap hari, kecuali di hari besar agama Islam, telah ia lakukan selama lima tahun terakhir.

Kondisinya yang berpuasa, membuatnya hanya berjalan di malam hari.
Dalam kondisi fisik yang baik, ia dapat menempuh perjalanan sepanjang 50 kilometer dalam semalam.

Bila ia lelah, ia 'hanya' bisa menempuh 15 kilometer.

Tuhan seakan melindungi Khamim.

Selama perjalanan ini, ia hanya dua kali mengalami sakit yaitu ketika ia di Malaysia dan India.
Khamim tak membawa banyak uang.
Tapi nyatanya, ia kerap mendapat bantuan tak terduga di jalanan.
Yang mengharukan, ia juga kerap mendapat bantuan dari orang yang berbeda agama.
"Saya tak pernah meminta-minta, namun saya selalu bertemu orang yang memberi makanan dan bekal lain," jelasnya.
"Saya disambut di kuil Budha di Thailand, diberi makanan oleh warga desa di Myanmar, bertemu dan belajar dengan ilmuwan muslim berbagai negara di sebuah masjid di India, dan berteman dengan pasangan Kristen asal Irlandia yang bersepeda di Yangon," kisahnya, sebagaimana dikutip dari Good News From Indonesia.
Khamim meyakini, berhaji bukan melulu beribadah dengan Tuhan.
Tapi berinteraksi dengan manusia dari berbagai keyakinan berbeda.
Menumbuhkan rasa toleransi, menurutnya juga merupakan bentuk kepatuhan kepada Tuhan.
Doping Khamim sederhana saja, campuran air dan madu untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Dua potong kaos dan celana, dua pasang sepatu, sejumlah kaos kaki, sejumlah pakaian dalam, sebuah kantung tidur dan tenda, sebuah lampu, telepon pintar dan GPS, adalah seluruh barang yang ia bawa. Hanya itu.
Seluruh perlengkapan dimasukkan dalam sebuah tas punggung yang di luarnya terpasang sebuah bendera Indonesia berukuran kecil.
Ia pun membuat tulisan : "I'm on my way to Mecca by foot" atau "Aku dalam perjalanan ke Mekkah berjalan kaki,"
Bila sesuai rencana, perjalanan panjang Khamim ini akan berakhir di Mekkah pada 30 Agustus 2017, atau sehari sebelum Idul Adha, tepat setahun perjalanannya.
Menurut media yang berbasis di Uni Emirat Arab, Khaleej Times, Konjen Indonesia yang berada di Dubai, Murdi Primbani telah menyambut kedatangan Khamim.
Murdi mengatakan, Khamim adalah teladan bagi orang muslim Indonesia, yang mengajarkan kesederhanaan, spritualitas, dan bertekad kuat.

Kisah Khamim memang membuat banyak orang tak percaya.
Jalan Kaki Indonesia-Mekkah, Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga Timur Tengah

Selasa, 23 Mei 2017 18:54 WIB


Berita soal Khamim di media UEA, Khaleej Times. | Khaleej Times