Hidangan Mata

Keterangan: Silahkan ganti tulisan berwarna merah dengan Url alamat blog anda. Pengaturan di atas berfungsi layaknya widget Recent Posts. Jika ingin menampilkan artikel-artikel berdasarkan label tertentu, anda bisa ganti kode false (ditandai warna hijau) dengan label (kategori) pilihan di blog anda. Contoh: tagName:"Kesehatan" 10000 (warna biru) untuk kecepatan pergerakan slider. Anda bisa merubahnya agar lebih cepat atau lebih lambat. Misal ganti menjadi 8000 agar lebih cepat atau 12000 agar lebih lambat, dst. 5. Jika sudah diatur semuanya, silahkan simpan dan lihat hasilnya. Kalau anda menghendaki agar tampilan slider ini hanya muncul di tampilan beranda (home) blog saja, silahkan baca postingan saya berikut ini: Cara Menyembunyikan atau Memunculkan Widget Hanya pada Tampilan Beranda Blog. Demikian. Semoga bermanfaat. Labels: Blogging Thanks for reading Cara Mudah Membuat Slider (Slide Show) Keren di Blog, Cukup Satu Langkah. Please share...!

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

KAMUS PRAKTIS BAHASA 'AROB

Thursday, 26 July 2018

WONG JOWO ORA LALI  WEJANGAN SUNAN NE

1. Ngluruk Tanpo Wadyo Bolo / Tanpo pasukan

Berdakwah dan berkeliling kedaerah lain tanpa membawa pasukan.

2. Mabur Tanpo Lar/Terbang tanpa Sayap

Pergi kedaerah nan jauh walaupun tanpa sebab yang nampak.

3. Mletik Tanpo Sutang/Meloncat Tanpa Kaki

Pergi kedaerah yang sulit dijangkau seperti gunung-gunung juga tanpa sebab yang kelihatan.

4. Senjoto Kalimosodo

Kemana-mana hanya membawa kebesaran Allah SWT. (Kalimosodo : Kalimat Shahadat)

5. Digdoyo Tanpo Aji

Walaupun dimarahi, diusir, dicaci maki bahkan dilukai fisik dan mentalnya namun mereka seakan-akan orang yang tidak mempan diterjang bermacam-macam senjata.

6. Perang Tanpo tanding

Dalam memerangi nafsunya sendiri dan mengajak orang lain supaya memerangi nafsunya. Tidak pernah berdebat, bertengkar atau tidak ada yang menandingi cara kerja dan hasil kerja daripada mereka ini.

7. Menang Tanpo Ngesorake/Merendahkan

Mereka ini walaupun dengan orang yang senang, membenci, mencibir, dan lain-lain akan tetap mengajak dan akhirnya yang diajak bisa mengikuti usaha agama dan tidak merendahkan, mengkritik dan membanding-bandingkan, mencela orang lain bahkan tetap melihat kebaikannya.

8. Mulyo Tanpo Punggowo

Dimulyakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya bukan orang alim ulama, bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi da’I yang menjadikan dakwah maksud dan tujuan.

9. Sugih Tanpo Bondo

Mereka akan merasa kaya dalam hatinya. Keinginan bisa kesampaian terutama keinginan menghidupkan sunnah Nabi, bisa terbang kesana kemari dan keliling dunia melebihi orang terkaya didunia.

Kata-kata mutiara atau Semboyan seperti diatas sudah banyak dilupakan umat islam masa kini. Pesan Walisongo diantaranya pesan Sunan kalijogo diantaranya adalah :

1. Yen kali ilang kedunge

2. Yen pasar ilang kumandange

3. Yen wong wadon ilang wirange

4. Enggal-enggal topo lelono njajah deso milangkori ojo bali sakdurunge patang sasi, enthuk wisik soko Hyang Widi, maksudnya adalah : Apabila sungai sudah kering, pasar hilang gaungnya, wanita hilang rasa malunya, maka cepatlah berkelana dari desa ke desa jangan kembali sebelum empat bulan untuk mendapatkan ilham (ilmu hikmah) dari Allah SWT.

Para Walisongo berdakwah dengan mempunyai sifat-sifat diantaranya :

1. Mempunyai sifat Mahabbah atau kasih sayang

2. Menghindari pujian karena segala pujian hanya milik Allah SWT

3. Selalu risau dan sedih apabila melihat kemaksiatan

4. Semangat berkorban harta dan jiwa

5. Selau memperbaiki diri

6. Mencari ridho Allah SWT

7. Selalu istighfar setelah melakukan kebaikan

8. Sabar menjalani kesulitan

9. Memupukkan semua kejagaan hanya kepada Allah SWT

10. Tidak putus asa dalam menghadapi ketidak berhasilan usaha

11. Istiqomah seperti unta

12. Tawadhu seperti bumi

13. Tegar seperti gunung

14. Pandangan luas dan tinggi menyeluruh seperti langit.

15. berputar terus seperti matahari sehingga memberi kepada semua makhluk tanpa minta bayaran.

indah dan mengetarkan hati ini jika kita membaca dari awal hingga akir kta-kata mutiara yang menjadi semboyan para wali songo di atas mudah-mudahan bisa kita jadikan sebuah tambahan ilmu yang baru bagi kita dan belajar dan belajar agar memiliki sifat seperti beliau-beliau,para wali songo .

Monday, 23 July 2018

Buah Pare Vs Kanker

*Air pare yang panas dapat menolong anda,sesibuk apapun perlu untuk dibaca,kemudian beritakan kepada orang lain.*

*Sebar luaskan.*

Pare dapat membunuh sel kanker !
Potong 2-3 irisan tipis pare taruh dalam gelas, tuang air panas, air akan menjadi alkalin (basa), minum setiap hari, terhadap siapapun akan bermanfaat.

Air panas pare tsb akan mengeluarkan suatu zat anti kanker, ini adalah sebuah perkembangan baru di dalam dunia kedokteran yg bermanfaat dalam mengobati kanker.

Air panas ekstrak pare akan berpengaruh terhadap kista dan tumor. Sudah dibuktikan dapat menolong pelbagai macam kanker.

Menggunakan pare dalam mengobati kanker, hanya akan mematikan sel sel jahat tumor, dia tidak akan mempengaruhi sel sel yg sehat.

Selain itu asam amino dan polyphenol oxidase yg dikandung pare, dapat menyeimbangkan tekanan darah tinggi, melancarkan peredaran darah, mengurangi penggumpalan darah dan dapat mencegah terjadinya penggumpalan vena dalam (deep vein thrombosis).

Setelah selesai membaca ini, sebar luaskan kepada  orang lain, keluarga, teman, tebarkan !

Harus jaga dengan baik kesehatan masing masing.🙏💖

Sunday, 22 July 2018

* Cara Mbah Kholil Bangkalan Carikan Jodoh Buat KH Hasyim Asy'ari *

Ketika Mbah Hasyim nyantri di Bangkalan beliau diberi tugas mengurusi kuda milik Mbah Kholil hingga kesempatan untuk ngajipun tidak banyak.

Monday, 9 July 2018

Sistem Ekonomi Ribawi

*Mengakhiri Hidup Hina Dalam Kubangan Riba*
Daniel Mohammad Rosyid

Merespons pelemahan Rupiah selama beberapa minggu terakhir Gubernur Bank Indonesia baru-baru ini menyalahkan riba sebagai penyebabnya. Segera harus dipahami bahwa riba tidak saja merusak ekonomi, tapi juga merusak akhlaq pelakunya, dan alam semesta serta memperbudak manusia. Soalnya adalah : apa yang bisa dilakukan untuk mengakhiri hidup hina berkubang riba ini ? Sementara ulama mengatakan bahwa riba dihalalkan dalam kondisi darurat. Kondisi darurat seharusnya bersifat sementara, tidak berlama-lama.  Ini fatwa menyesatkan karena kondisi darurat ini justru disebabkan oleh praktek riba yang dibiarkan. Fatwa ini seperti menghalalkan pelacuran yang pasti menggerogoti pernikahan.

Riba melekat pada sistem keuangan global saat ini dan hutang adalah oksigen sistem ini. Hutang adalah instrumen perbudakan para _bankster_ ( _bankers_ sekaligus _gangsters_) atas seluruh ummat manusia tidak peduli agama dan bangsanya.  Ini bukan hanya soal bunga pinjaman, tapi juga soal uang kertas (uang kertas sejatinya juga surat hutang) serta berbagai surat hutang dan turunannya. Sejak konstitusi IMF menghalalkan uang kertas dan mengharamkan dinar (emas) sebagai alat tukar, dunia masuk kedalam jeratan riba yang memiskinkan hampir semua manusia di planet ini namun memperkaya segelintir _bankster_ itu yang menguasai sistem keuangan global.

Sementara orang mengatakan bahwa kita miskin karena kita bermental korup, tidak produktif, malas dan kampungan. Seperti yang pernah dikatakan rekan saya James Wharram 20 tahun silam saat berkunjung ke ITS : " _Indonesians do the corruption in a disorganised way while we western peoples do it in a much more systematic and well organised way"_ yaitu  melalui sistem keuangan ribawi. Dengan sistem ini, Bank Sentral AS yg sering disebut _The Fed_, memonopoli dan dapat mencetak uang kertas US Dollar tanpa harus menambah cadangan emasnya _out of thin air_ saja. Ini diperburuk lagi melalui sistem _Fractional Reserve Banking_ sehingga manusia hidup dalam kubangan hutang yang jumlahnya melebihi jumlah uang yang beredar.

Perampokan terstrukstrur besar-besaran ini dilakukan terus oleh para _banksters_ dan boneka-bonekanya di bebagai negara  -dengan mengkadali Perserikatan Bangsa-Bangsa- menguras sumberdaya alam negara-negara miskin dan berkembang selama bertahun-tahun. Kemakmuran yang dinikmati negara-negara yang dengan congkak menyebut dirinya modern dan pejuang HAM ini dilakukan di atas penderitaan massal manusia terutama yang hidup di negara dunia ketiga. Bung Karno tahu persis laku nekolim ini lalu dengan berani menyatakan keluar dari PBB pada 1960an. Tidak lama kemudian dia dijatuhkan.

Kita perlu menuntut keras reformasi total PBB atau meniru langkah Bung Karno dulu dengan menyatakan keluar dari PBB, tidak terikat lagi dengan konstitusi IMF dan membentuk _New Emerging Forces_ bersama India, China, Rusia, Turki dan Brazil serta Afrika Selatan. Iran, Pakistan, dan Malaysia mungkin perlu diajak turut serta. Perdagangan di antara anggota NEF ini ditransaksikan dalam emas/dinar atau komoditi lainnya seperti kurma, beras, gandum atau garam.

Saat Rupiah melemah terus karena riba  dan Pemerintah RI makin mengandalkan pendapatannya dari hutang baru, Kita tunggu langkah Gubernur Bank Indonesia untuk memimpin perang melawan riba ini. Jika tidak berperang melawan riba, maka kitalah yang akan diperangi oleh Allah dan RasulNya dan kita tahu tidak mungkin menang.

Gunung Anyar, 5/7/2018

Sunday, 8 July 2018

Anak Lelaki Milik Ibunya Selamanya ?

*Setiap Anak Laki Laki Adalah Milik Ibunya, dan Selamanya Ia Milik Ibunya*

* Kepada Ibunya,
Ia Mendapat Kemuliaan

* Kepada Istrinya,
Ia Memberi Kemuliaan

* Karena  setiap  Anak Laki Laki adalah Milik Ibunya, dan Selamanya Ia Milik Ibunya !!!

# "Siapakah yang Berhak terhadap Seorang Laki-Laki ?”
Rasulullah menjawab, “IBUnya” (HR. Muslim).

Istrinya adalah wanita yang  Menemani Kehidupannya, tapi Ibunya yang Memberi Kehidupan

Istrinya yang Membelanjakan harta suaminya  untuk kehidupan mereka, sedang Ibunya yang Membelanjakan uang Suaminya, untuk Anak Anaknya...!!!

Seorang anak Laki Laki yang kesepian, bisa bergonta-ganti Istri tapi Ia tak bisa mengganti IBUnya !!!

Ada Bekas Istri, tapi Tak Ada bekas IBU !!!

Bagi Laki Laki, Ibunya adalah Nyawa, Darah, Nafas, bahkan Detak Jantungnya untuk Hidupnya.
Sedangkan Istri adalah Jiwa lain yang ia tuntun untuk mengarungi dunia ini mencari kebahagiaan hidup.

# Rasulullah SAW bersabda,”Seandainya aku (dibolehkan) memerintahkan seseorang untuk Sujud kepada orang lain maka pasti aku perintahkan seorang anak untuk Sujud Kepada IBUnya.” (HR. Muslim)

Laki Laki bisa mencintai atau membenci istri2nya tapi Ia Tak Bisa Membenci Ibunya !!!

Istri2mu bisa membuatmu miskin, tapi Ibumu yang selalu Membuatmu Kaya, Sejak kau Lahir, sampai Menguburkan IBUmu !!!

Seorang Laki Laki Tak Bisa Hidup Bahagia Tanpa  RIDHO Sang IBU.

Laki Laki  yang hidup dengan ibunya yang berusia lama, maka Ia Laki Laki yang Bahagia, Hidupnya Mulia, Luhur dan Diberkati Allah SWT sedangkan Laki Laki yang Dipisahkan Dari Ibunya *OLEH Istrinya* adalah *Laki2 PALING MALANG*  Di Dunia, Hidupnya Tak Sempurna, DiCemooh para malaikat, dikutuk sepanjang malam dan siang,  dan Allah SWT pun Berpaling darinya.
Naudzubillah min dzalik.

# Maka Berbaktilah & Bahagiakanlah IBUmu ketika IBUmu masih bisa Mendoakanmu di setiap Sujudnya dan Meridhoi Kehidupanmu di setiap Nafasnya.
Aamiin Ya Robbalallamin

:-) Insyaa Allah Bermanfaat,

Wass Wr wb,

RS (Singapura, RRC) Vs RS Samarunda Vs Degan Hijau

Serba Ada di Samarinda

Oleh: Dahlan Iskan

Sabtu 07 Juli 2018

Saya video kamar VIP istri saya. Saya kirimkan ke teman saya. Yang di Singapura. Juga yang di Tiongkok. "Benarkah itu rumah sakit di Samarinda?,'' ujar mereka.

Keduanya pernah ke Samarinda. Hampir sepuluh tahun lalu. Saat Samarinda masih gelap: sering mati lampu.

''Kelihatannya lebih bagus dari kamar Anda di RS Singapura itu,'' ujar teman saya yang Singapura. Dalam bahasa Inggris.

''Hahaha...lebih bagus dari kamar Anda di lantai 10 RS Tianjin ...'' komentar teman Tiongkok saya. Dalam bahasa Mandarin.

''Padahal tarifnya hanya 25 persennya,'' jawab saya. Dengan kepala membesar.

Maka tidak menyesal saya membatalkan ini: membawa istri ke Singapura. Meski sudah terlanjur bikin janji dengan dokter di sana.

Tentu dunia kedokteran tidak boleh hanya adu penampilan fisiknya. Kualitas layanannya ikut menentukan. Juga peralatannya. Dan yang utama kualitas medikalnya.

Saya tentu tidak ingin memperjudikan istri saya. Sekedar untuk kebanggaan kampung halaman. Begitu tiba di RS Wahab Syachrani ini saya kelilingi fasilitasnya. Saya kuat-kuatkan kaki saya. Rumah sakit ini tanahnya 33 ha.

Ternyata memang jauh di atas bayangan saya: kamar operasinya 26! Rumah sakit di daerah yang dulu begitu terpencil punya OK begitu banyaknya. Dengan AC sentral.

Sudah mampu pula melakukan operasi jantung: tiap hari. Punya MRI. Punya CT scan yang 126 slice. Coba tanya di kota Anda: siapa yang punya 126 slice. Masih ada dua lagi yang di bawah itu.

Untuk kanker pun sudah punya petscan. Hanya ada empat rumah sakit di Indonesia yang memiliki petscan. Kota sebesar Surabaya pun belum punya. Bahkan belum ada rencana punya. Baru sebatas ingin punya.

Dengan petscan itu benih kanker sekecil 2 mm pun sudah bisa dideteksi. Sedangkan untuk terapinya jangan kaget: sudah punya radio nuklir. Pasien yang terkena kanker teroid diterapi radio nuklir. Lalu dimasukkan ruang isolasi selama tiga hari.

Ruang ini sangat khusus: terisolasi dari radiasi nuklir. Pembuatan ruangnya harus atas pengawasan Bapeten: badan yang bertanggung jawab untuk keamanan nuklir.

Penggunaannya juga harus seijin Bapeten. RS Wahab Syachrani Samarinda ini punya enam ruang isolasi seperti itu. Enam. Edan.

Saya pun mantap: menyerahkan istri saya pada tim dokter di kampung kelahiran istri saya itu. Yang sudah 40 tahun ditinggalkannya itu.

Saya pun berdiskusi dengan tim dokternya: dokter Boyke Soebhali, dokter Kuntjoro Yakti, dokter Satria Sewu, dokter Moh Furqon dan dokter Teddy Ferdinand Indrasutanto. Juga melihat alat yang bernama FURS: pencari posisi batu ginjal yang bisa fleksibel. Bisa belok-belok mencari di slempitan mana batu itu berada.

Dokter Rachim Dinata, sang kepala rumah sakit, hadir: memperkenalkan dokter-dokter itu. Lalu menyilahkan kami diskusi sendiri. Rachim Dinatalah di balik semua prestasi itu. Ia dokter ahli bedah. Lulusan Universitas Padjadjaran Bandung. Kini dokter Rachim telah membalik dunia: dari kuno ke modern.

Tidak hanya alat dan fisiknya. Tapi juga sistem dan SDM-nya.

Penghasilan dokter di rumah sakit ini empat kali lipat dari penghasilan dokter di rumah sakit kota saya. Dokter Rachim menyebutkan angka-angkanya. Tapi biarlah imajinasi menuliskan angkanya sendiri.

Dokter Rachim menerapkan sistem prestasi. Di atas hirarkhi. Di atas senioritas. Di atas penampilan fisik.

Dokter Boyke misalnya: lebih bertampang rocker daripada dokter. Rambutnya dibiarkan gondrong. Celananya jean. Bawaannya ransel. Mainannya gitar.

Suatu saat pasien yang sok terdidik bertanya padanya: apakah ia mahasiswa yang lagi magang. Si pasien terperanjat ketika akhirnya tahu: yang ditanya itu adalah dokter spesialis urologi.

''Ada empat dokter yang gondrong di sini,'' ujar dr Nurliana Andriati Noor. ''Yang penting kegondrongannya tidak menganggu kerja dokternya,'' tambah dokter  Nana.

Di akhir diskusi saya putuskan: saya serahkan istri saya kepada tim dokter. Lakukan apa pun yang terbaik menurut dokter. Saya tandatangani dua pernyataan: setuju dibius total dan setuju dilakukan operasi. Jadwal ditetapkan: keesokan harinya. Jam 9 pagi.

Istri saya pernah operasi syaraf tulang belakang. Akibat HNP, 20 tahun lalu. Saya diajak Prof Hafidz Surabaya untuk ikut masuk ruang operasi. Tiga tahun lalu istri saya operasi ganti lutut. Saya diajak dokter Dwikora Surabaya ikut masuk ruang operasi. Kemarin, saya diajak dokter Boyke masuk ruang operasi.

Saya pun bisa melihat bagaimana FURS masuk ke ginjal. Lalu dibelok-belokkan. Memasuki ruang-ruang yang ada di dalam ginjal. Mencari di mana batu itu sembunyi.

Ketemu: satu batu. Lalu FURS itu diajak menjelajah ruang-ruang lain dalam ginjal. Ketemu: satu lagi. Lebih besar. Total: dua batu.

Yang satu batu lagi sudah dikeluarkan di Surabaya dua minggu lalu. Yang posisinya sudah di saluran kencing. Yang sudah bernanah. Yang menyebarkan infeksi ke seluruh tubuh. Yang membuat istri saya koma. Yang memaksa saya mendadak pulang dari Amerika.

Dokter Boyke terus menggerakkan alatnya. Diiringi lagu-lagu barat. Yang ia setel dari stock yang ada di HP-nya.

Anak 'wedok' saya, Isna Fitriana, mendekatkan mulutnya ke telinga saya. ''Wow... kegemaran dokter Boyke rupanya sama dengan saya: lagu-lagu Bon Jovi,'' bisik anak wedok saya itu.

Ternyata dokter Boyke juga seperti anak saya itu: gemar bersepeda. Bahkan sepedanya sama: merk Wdnsdy. Baca: Wednesday. Yang diproduksi oleh Azrul Ananda. Anak sulung saya.

Oleh dokter Boyke batu yang lebih kecil itu diusik. Dipindahkan dari tempatnya. Dijadikan satu dengan batu yang lebih besar. Saya pikir mau dihancurkan bersamaan. Ternyata tidak. Hanya dibandingkan ukurannya. Lalu batu yang lebih kecil dimasukkan jaring. Yang dipasang di ujung alatnya. Jaring ditarik.

Ternyata ukuran batu itu lebih kecil dari saluran air kencing. Maka batu pun  dikeluarkan. Tidak dihancurkan.

Yang besar pun kemudian dijaring. Dicoba ditarik. Ternyata lebih besar dari saluran kencing. Maka batu itu dikembalikan lagi ke tempat asalnya: akan ditembak dengan laser.

Saya pikir batu itu akan langsung hancur saat dilaser. Ternyata laser itu hanya mencuil-cuil batu. Maka lasernya terus ditembakkan. Ratusan cuilan terlepas dari batu. Lama-lama batunya tinggal secuil. Menembaknya kian sulit. Cuilan terakhir itu lari-lari. Terbawa arus air yang disemprotkan: untuk mendinginkan bagian ginjal di sekitar laser yang sangat panas.

Selesai. Satu jam persis.


Cuilan-cuilan batu itu ukurannya sebutir pasir. Akan keluar bersama air kencing.
Satu jam kemudian istri saya sudah kembali di kamar yang lebih baik dari lantai 10 RS Tianjin tadi.

''Saya ingin lihat batunya,'' ujar istri saya. Maka saya serahkan batu yang tidak dihancurkan tadi. Juga satu cuilan batu sebesar pasir hasil tembakan laser.

Istri saya memang sempat berharap dokter Boyke kecele: tidak menemukan batunya. Mengapa? Dua hari sebelumnya istri saya merebus kelapa hijau muda. Lalu meminum airnya. Keesokan harinya dia rebus lagi kelapa hijau muda. Diminum lagi.

Dengan cara itu dia harapkan batu bisa keluar sendiri. Seperti yang banyak dishare di media sosial.

Ternyata fakultas kedokteran  tidak bisa digantikan kelapa hijau rebus.(dis)

Sumber :  http://disway.id/serba-ada-di-samarinda/

Saturday, 7 July 2018

Kisah Si Milyader Suami Teladan

KISAH NYATA - Sang Miliader, Merawat Sendiri Istri Selama 25 Tahun

Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang tokoh di balik kemajuan industri reksadana di Indonesia sekarang ini, juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini. Ia tergolong miliader.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan, pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tulisan ini, bukan hendak menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Tetapi, kesehariannya yang luar biasa.

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja, bahkan sudah mendekati malam. Tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Cobaan menerpa, tatkala istrinya melahirkan anak yang ke empat. Tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah, bahkan terasa tidak bertulang. Lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia gendong istrinya ke depan TV, agar tidak merasa kesepian. Istrinya sudah tidak dapat bicara, selalu hanya terlihat senyum.

Untunglah kantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya untuk makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan mata, namun bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan.

Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun.

Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yang masih kuliah. Pada suatu hari…

Saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya – karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing – Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu: Semua anaknya dapat berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, si anak sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak. Bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu,” kata si sulung dengan air mata berlinang.

“Sudah ke empat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibu pun akan mengijinkannya. Kapan bapak menikmati masa tua bapak? Dengan berkorban seperti ini, kami tidak tega melihat bapak, kami berjanji akan merawat ibu sebaik-baiknya secara bergantian,” tambah si melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku… Jika perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi. Tetapi ketahuilah, dengan adanya ibu kalian di sampingku, itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian." Sejenak kerongkongannya tersekat.

"Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta, tidak satu pun dapat dihargai dengan apa pun. Coba kalian tanya ibumu, apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini?

Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang? Kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit?” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya.

Meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno. Mereka juga menyaksikan butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno, yang dengan pilu menatap mata suami yang sangat dicintainya.

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta di Jakarta untuk menjadi narasumber. Host mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa? Di saat itulah meledak tangis Pak Suyatno, bersama tamu yang hadir di studio yang kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru.

Pak Suyatno bercerita: “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinan tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian, semua itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, yang sewaktu sehat dia dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya, bukan dengan mata. Dia memberi saya empat anak yang lucu-lucu.

Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama, itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintai dia apa adanya. Jika dia sehat pun, saya belum tentu mau mencari penggantinya, apalagi dia sakit,” katanya sembari berurai air mata.

Setiap malam saya bersujud dan menangis. Saya hanya dapat bercerita kepada Tuhan di atas saja. Saya yakin hanya kepada Tuhan saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya. Cinta saya kepada istri saya, sepenuhnya saya serahkan kepada Tuhan.

_Silahkan SHARE supaya lebih banyak yang tahu...._

Sumber : https://goo.gl/images/uakQAQ